Kasus Perceraian di Bojonegoro Meningkat, Kebanyakan Faktor Perselingkuhan

user
nugroho 25 Mei 2021, 19:32 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro - Kasus pengajuan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, Jawa Timur meningkat selama dua hari ini. Sebanyak 36 kasus perceraian telah diajukan, enam di antaranya karena faktor perselingkuhan.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, meningkatnya kasus gugat cerai karena berbagai faktor. Di antaranya faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), rendahnya pendidikan hingga perselingkuhan.

"Kasus perceraian naik. Senin lalu ada 34 pengajuan perceraian dalam satu hari. Dan untuk hari ini ada tambahan dua pengajuan menjadi 36 kasus," katanya, Selasa (25/5/2021).

Dia menjelaskan, kasus perceraian meningkat hingga dua kali lipat. Padahal, biasanya dalam sehari PA menerima 10 hingga 15 pengajuan perceraian. Namun, selama dua hari ini meningkat cukup tinggi mulai 24 Mei kamarin.

Sebelumnya, 34 perkara perceraian itu terdiri dari 11 cerai talak dan 23 cerai gugat. Penyebabnya macam-macam, kata Sholikin, di antaranya karena persoalan ekonomi dalam rumah tangga.

"Ada enam perkara karena faktor perselingkuhan.  Sementara, perceraian karena nafkah ada 24 perkara da tergugatnya suami karena pejudi dan pemabuk 3 perkara," ungkapnya.(jk)

Kredit

Bagikan