1.979 Istri Gugat Cerai Suami, Rata-rata Usia di Bawah 35 Tahun

user
nugroho 07 Januari 2021, 20:19 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, mencatat sebanyak 1.979 istri menggugat cerai suami. Rata-rata kasus gugatan perceraian tersebut didominasi di bawah umur 35 tahun.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, meningkatnya kasus gugat cerai karena berbagai faktor. Di antaranya faktor ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan rendahnya pendidikan.

"Selain itu para perempuan sudah sadar akan kesetaraan gender. Sehingga, jika ada kekerasan pihak perempuan berani mengadu," katanya, Kamis (7/1/2021).

Dia mengatakan, gugatan cerai dilakukan lantaran keduanya sudah paham bahwa mereka sama-sama memiliki hak. Sehingga, jika terjadi kekerasan verbal maupun non verbal mereka mengadukan karena sudah tahu hukum.

Sholikin menjelaskan, cerai talak lebih sedikit yakni 914 dibandingkan dengan cerai gugat yang mengalami peningkatan sebanyak 1.979. Jadi total keseluruhan perceraian, kata dia, baik gugat maupun talak ada 2.893 pada 2020.

"Peningkatan gugat jika dipresentasekan ada 80 persen. Dengan adanya peningkatan ini, harus ada peembinaan secara intens bagi pasangan pengantin. Sehingga bisa menekan angka perceraian," kata Sholikin.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Perempuan dan Anak Bojonegoro Ari Agus Afandi menuturkan, perceraian lebih didominasi gugat istri pada suami. Padahal, dampak akibat terjadinya perceraian ini sangat banyak terutama bagi janda. Misalnya seperti stigma negatif yang muncul di tengah-tengah masyarakat terhadap janda baru.

"Stigma negatif itu seperti aktivitas yang dilakukan janda tersebut. Misalnya ketika bekerja dan pulang pasti akan dicurangi," katanya.

Dia menambahkan, bukan hanya padangan negatif dari masyarakat. Juga dalam permasalahan ekonomi untuk keluarga. Apalagi, bagi janda yang sudah memiliki anak pasti akan mengalami kesulitan.

"Seharusnya dalam mengurus anak suami juga harus bertanggung jawab. Namun, kenyataan data dilapangan banyak mantan suami yang lalai," kata Ari.(jk)

Kredit

Bagikan