Terjerat Korupsi, Staf Ahli Bupati Blora Ditahan Kejati Jateng

user
samian 15 Oktober 2019, 21:37 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Semarang - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng), melakukan penahanan Staf Ahli Bupati Blora Wahyu Agustini, tersangka Kasus Korupsi program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) pada Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora, Selasa (15/10/2019) sore.

Keterangan resmi Kejati Jateng menyebutkan, penahanan itu berdasarkan Surat Perintah Penahanan Print-1607/M.3.5/Fd.1/10/2019, tanggal 15 Oktober 2019. Menahan Dr.Ir. Wahyu Agustini,SE,M.Si, staf ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda Blora.

Tersangka di tahan sekitar pukul 16.20 WIB. Dibawa langsung oleh petugas dari Kantor Kejati Jateng untuk dibawa ke Rutan Pemasyarakatan kelas II Wanita Semarang selama 20 hari. Terhitung mulai tanggal (15/10/2019) sampai (3/11/2019). Tersangka dijerat dengan pasal 12, 11 Undang-Undang tindak pidana korupsi.

Menurut Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana, sebelum di tahan, Wahyu Agustini, diperiksa selama 5 jam dengan 30 pertanyaan dari penyidik Kejati Jateng.

"Setelah dilakukan pemeriksaan Tim Dokter, tersangka dinyatakan sehat kemudian ditindak lanjuti dengan penahanan," jelasnya.

Saat ini, kata dia, juga dilakukan pengembangan penyidikan dengan menetapkan tersangka lain yaitu Drs. K MM selaku ketua Pokja / Sekretaris Dinas Peternakan dan perikanan Kabupaten Blora dengan Sprindik Nomor : Print 1584 / M.3/Fd.1/10/2019 tanggal 14 oktober 2019.

Sekadar diketahui, Upsus Siwab adalah salah satu program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Tersangka diduga memotong dana Inseminasi Buatan (IB) dalam program Upsus Siwab saat menjabat sebagai Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora.

Dari total Rp2 miliar dana Upsus Siwab yang dikucurkan kementerian, senilai Rp 685 juta di antaranya dikumpulkan untuk keperluan lain di luar program tersebut.

Sebelumnya, sebanyak 74 pegawai di lingkungan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora dipanggil Kejati Jateng sebagai saksi.(ams)

Credits

Bagikan