Bendung Gerak Karangnongko Mulai Digarap 2020

user
nugroho 01 Juli 2019, 22:34 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yang sempat menjadi wacana akhirnya segera direalisasikan. Bendungan yang memiliki luas genangan hingga tiga kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah, itu akan mulai digarap pada 2020.

Adapun daerah Genangan Bendung Gerak Karangnongko meliputi Desa Ngrawah, Nginggil, Nglebak dan Megiri. Semuanya masuk wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Wilayah Ngawi mencakup Desa Banyu Urip, Ngawi, Pelem dan Karang Tengah Kota. Sedangkan wilayah Bojonegoro adalah Desa Ngelo, dan Kalangan.

Rencana pembangunan bendungan telah dibahas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah di Productive Room Lantai 7 Gedung Pemkab, Senin (1/7/2019).

Selain membahas perencanaan Bendung Gerak Karangnongko, dalam rapat juga dibahas dampak serta lahan-lahan mana saja yang akan terpengaruh oleh pembangunan.

Kepala BBWS Wilayah Solo, Ronggo menjelaskan Bendung Gerak Karangnongko ini nantinya direncanakan sebagai infrastruktur kebutuhan irigasi air dan kebutuhan air baku untuk Rumah Tangga, Kota dan Industri (RKI).

"Bendung Gerak Karangnongko ini juga diharapkan dapat menggantikan Waduk Pacal karena kondisinya yang sudah berumur dan perlu direhab," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Bupati Anna meminta kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappa) untuk segera membuat tim untuk mengawal pelaksanaan pembangunan Bendung Gerak Karangnongko dari tahap perencanaan hingga realisasi.

Bu Anna, sapaan akrab bupati Bojonegoro berharap, Bendung Gerak Karangnongko nantinya dapat menjadi tumpuan infrastruktur irigasi air.

"Irigasi hilir ini nantinya jangan sampai terlewatkan. Banyak lahan pertanian yang membutuhkan pengairan," pesannya.

Untuk diketahui, pembangunan bendungan ini sempat tertunda karena masalah sosial. Ada ratusan kepala keluarga (KK) terdampak, dan harus direlokasi.

Skenario awal pembangunan Bendung Gerak Karangnongko ini sebagai pengendali banjir. Pembangunan bendungan diikuti dengan menghidupkan tanah solo valey yang terbentang dari wilayah Kecamatan Ngraho hingga Kecamatan Baurno, sebagai sudetan.

Sehingga Bojonegoro memiliki bengawan kembar. Yakni di sisi utara adalah Bengawan Solo, dan sisi selatan. (rilis humas)

Credits

Bagikan