Pedagang Pasar Kota Bojonegoro Tolak Relokasi

user
samian 19 Oktober 2018, 18:38 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebanyak 10 orang perwakilan pedagang dari Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur, mengadukan nasibnya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, karena akan direlokasi dari tempat berjualannya sekarang ini.

Salah satu pedagang, Yanto (45), menyampaikan, ada ratusan pedagang yang menolak dipindah dari tempat jualannya yakni pinggir jalan raya serta trotoar depan pasar.

"Ya kita akui kalau selama ini tidak ada ketertiban pedagang saat jualan," kata pria bertubuh besar ini, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (19/10/2018).

Namun, pihaknya berjanji akan mulai menata ulang. Seperti yang dilakukan sekarang ini dengan memasang tali pembatas agar terlihat rapi.

"Jadi kita bergeser dari lokasi semula, agak mundur kebelakang dekat trotoar," ungkapnya kepada Suarabanyuurip.com usai dari kantor DPRD.

Pihaknya tetap menolak jika harus dipindah berjualan didalam pagar pasar. Banyak alasan, salah satunya tempat yang digunakan sangat tidak layak.

"Tempatnya tidak layak, kami akan berdesakan dengan lahan parkir disana," tandas penjual ikan segar.

Plt Kepala Dinas Perdagangan, Agus Hariana, mengungkapkan, relokasi ini tujuannya adalah untuk menata para pedagang yang selama ini semrawut karena berjualan di pinggir jalan.

"Mereka jualan itu menghambat arus lalu lintas," tegas Agus.

Selain pedagang yang berjualan di pinggir pasar, Pemkab Bojonegoro juga akan menertibkan para pedagang kaki lima yang menggunakan trotoar pasar.

Pihaknya berjanji akan memfasilitasi semua kebutuhan pedagang mulai dari lapak, listrik, dan juga yang lain.

"Total pedagang diluar pagar itu ada 360, dan akan kita upayakan masuk semua kedalam pasar," tandas mantan Kepala Bagian Ketahanan Pangan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD, Sigit Kusharianto, meminta agar para pedagang menenangkan diri dan berfikir positif. Karena, penataan lapak ini tujuannya baik dan berdasarkan aturan yang berlaku.

"Ada undang-undang jalan, yang tidak bisa kita abaikan," pesannya.

Oleh sebab itu, DPRD merekomendasikan untuk menggelar pertemuan kembali pada pekan mendatang untuk mendapatkan kesepakatan bersama.(rien)

Credits

Bagikan