Mengadu Kuswiyanto, Tunjangan Sertifikasi Guru MI Cair

user
nugraha 16 Januari 2017, 00:54 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - D Suko Nugroho

Bojonegoro - Puluhan Guru Madrasah Ibtida'iyah (MI) se Bojonegoro, Jawa Timur, yang tergabung dalam Forum Guru Sertifikasi Mata Pelajaran (Mapel) MI mengaku lega karena tunjangan profesi mereka selama tahun 2016 akhirnya bisa cair. Cairnya tunjangan profesi ini setelah mereka mengadukan masalah tersebut kepada anggota Komisi VIII DPR RI, Kuswiyanto.

Berkat bantuan politisi senayan itu tunjangan profesi sebagai Guru Sertifikasi Mapel MI selama tahun 2016, dapat dinikmati meski baru sejumlah enam bulan.

Ketua Forum Guru Sertifikasi Mapel MI, Mashudi menyampaikan rasa terimakasihnnya kepada Kang Kus-sapaan akrab Kuswiyanto- yang telah memfasilitasi terealisasinya tunjangan tersebut.

"Tanpa Kang Kus, saya rasa rekan-rekan guru akan terus berharap dan berharap tanpa kejelasan," kata Guru MI dari Kecamatan Kapas ini, mengungkapkan.

Sebagaimana diketahui, sertifikasi yang telah bergulir beberapa tahun lalu itu menyisakan beberapa persoalan hingga awal tahun 2017 ini. Apalagi kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah ditambah dengan masalah keuangan negara sekarang ini.

"Dengan sertifikasi ini diharapkan kesejahteraan guru meningkat sehingga akan mampu mengkatrol mutu pendidikan bangsa kita," ucap Mashudi saat menggelar silaturahmi Forum Guru Sertifikasi Mata Pelajaran (Mapel) MI di Kecamatan Sugihwaras.

Senada disampaikan Kusairi, salah satu Guru MI dari Kecamatan Baureno. Dia juga menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada  Kang Kus atas terealisasinya tunjangan profesi ini.

Kusairi berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro agar memberikan perlakuan yang sama kepada pendidik dan pembangunan infrastruktur pendidikan dasar baik MI maupun SD.

"Karena semua adalah asset bangsa dalam usaha peningkatan kualitas pendidikan kita," tegasnya.

Dalam kesempatan silaturahmi tersebut, Kuswiyanto memberikan support dan pesan agar para guru dapat memanfaatkan tunjangan yang mereka peroleh untuk pemenuhan kebutuhan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sesuai tujuan sertifikasi.

"Karena dari beberapa hasil monitoring sangat banyak temuan di lapangan yang mayoritas penggunaan tunjangan ini untuk kegiatan konsumtif tanpa sedikitpun bersinggungan dg peningkatan mutu guru, misalnya untuk beli buku saja sangat minim jumlahnya," sambung pria yang bakal mencalonkan diri menjadi Bupati Bojonegoro ini.

"Semoga kedepan tunjangan ini akan selalu mampu diberikan oleh negara agar tujuan peningkatan mutu pendidikan Indonesia segera terealisasi," pungkas sahabat dekat Kang Yoto, Bupati Bojonegoro itu.

Kredit

Bagikan