PEP Asset 4 Kunjungi Redaksi Media SBU

user
nugraha 22 Mei 2013, 20:24 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Perusahaan energi nasional PT.Pertamina Eksploirasi dan Produksi (PEP) Asset-4 berkunjung ke Redaksi Media Suara Banyuurip (SBU) di Jalan Raya Jambaran-Banyuurip No.58 Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (22/5/2013). Kedatangan PEP Asset 4  ke redaksi media yang berada tengah-tengah pedesaan itu untuk menjalin komunikasi.


Perwakilan PEP Asset 4 yang datang adalah Legal dan Relations, Arya Dwi Paramita. Dia diterima langsung oleh Direktur Suara Banyuurip, Mugito Citrapati bersama sejumlah Tim Suara Banyuurip dan LIMA 2 B.

Saat menerima perwakilan PEP Asset 4, Mugito Citrapati, mengungkapkan, sejarah singkat berdirinya SBU. Dia menceritakan, SBU mulai berdiri dari proses bawah dan dengan penuh perjuangan.

"Atas dukungan masyarakat, kita mulai merintis berdirinya SBU," kata Mugito.

Menurut dia, saat itu dia membuat jargon media lokal kupas isu nasional sebagai bentuk semangat mengawal informasi migas yang ada di Bojonegoro. Sebab, migas merupakan proyek skala nasional.

"Saat itu masyarakat lokal bingung perkembangan migas, berawal dari itulah kita mendirikan media ini. Dengan harapan dapat memberikan informasi dan pencarahan kepada masyarakat disekitar lokasi pemboran migas khususnya ," tutur bapak satu anak ini.

Seiring perkembangannya, lanjut Mugito, SBU akan berupaya terus berkembang dan konsisten menyuguhkan informasi. Bukan hanya informasi migas Blok Cepu, tapi juga Lapangan Banyuurip dan Tiung Biru (TBR), unitisasi Jambaran - TBR- Cendana, maupun kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas Blok Tuban.

"Insya Allah kita akan kembangkan dalam bentuk radio komunitas," ucap Mugito.

Sementara itu, Arya Dwi Paramita Legal dan Relations PT PEP Asset-4, mengatakan, dalam eksploirasinya, Pertamina berencana melakukan pendekatan kemasyarakat dengan tidak meninggalkan nilai-nilai lokal.

"Dalam waktu dekat kami akan mengadakan lomba ketoprak diwilayah operasi kami," sambung Arya.

Menurut dia, nilai kebudayaan harus senantiasa dijaga. Sebab, terjangan modernisasi cukup rawan menggeser budaya lokal.

"Melaui ketoprak kita akan berupaya mengangkat budaya lokal," tutur Arya.

Dia berharap, dengan pendekatan yang dibangun ini akan semakin meningkatkan komunikasi dan hubungan yang sudah terjalin dengan baik. (roz)

Kredit

Bagikan