Ngaku Orang Holcim Tipu Ratusan Juta

user
nugroho 29 Maret 2013, 13:55 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban - Mengaku orang kepercayaan PT Holcim Indonesia Tbk, seorang warga ring 1 pabrik semen di Tuban, Jawa Timur, nekat menipu pengusaha asal Mojokerto hingga ratusan juta rupiah, Jumat (29/3/2013).

Informasi yang didapat, penipu tersebut adalah H Sahlan (53), warga Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Pria ini mengaku orang yang dipercaya PT Holcim sebagai pencari lahan untuk bahan baku semen ditempat tersebut. Dengan modus itu pelaku berhasil menipu, Suyanto, pengusaha asal Perum Magersari, Kabupaten Mojokerto, hingga Rp340 juta.

"Pria ini mengaku sebagai orang kepercayaan PT Holcim untuk mencari lahan baku semen," terang Kasubbag Humas Polres Tuban AKP Noersento.

Kejadian penipuan bermula, saat Suyanto ke Tuban berniat untuk melakukan investasi tanah. Saat itu, korban bertemu dengan pelaku dan ditawari untuk melakukan investasi tanah melalui dirinya. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengajak satu orang yang mengaku sebagai Direktur Keuangan PT Holcim.

"Setelah bertemu. Pelaku mengaku sebagai orang kepercayaan Holcim untuk membebaskan tanah sekitar 300 hektar yang akan diperuntukkan sebagai bahan baku," tambah Noersento.

Setelah yakin, korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp1,2 Milyar kepada pelaku. Uang tersebut akan dipergunakan untuk membebaskan lahan milik warga melalui kepala desa setempat.

"Tapi dari uang itu, sekitar 340 juta tidak dipergunakan sebagaimana mestinya,"kata Noersento.

Kemudian korban menagih janji hasil pembelian tanah kepada pelaku. Namun Sahlan selalu berkelit. Karena jengkel korban pun langsung melaporkan kasus yang merugikan dirinya kepetugas kepolisian. Saat ini, petugas masih melakukan penyidikan ataa kasus penipuan yang mencatut nama PT Holcim tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Holcim, Indriani Siswati, melalui ponselnya mengaku, akan melakukan pengecekan internal mengenai kabar ini.

"Saya akan cek dulu di internal. Nanti saya kabari lagi ya mas mengenai kabar ini," sambung Indri. (edp)

Credits

Bagikan