PN Tolak Gugatan Sadji Terhadap Exxon

user
nugroho 13 Oktober 2012, 15:16 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Bojonegoro menolak gugatan, Sadji, asal Dusun Samben, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kebupaten Bojonegoro, Jatim terkait ganti rugi pembebasan tanah terhadap Exxon Mobil. Majelis hakim PN menilai gugatan tersebut salah alamat, karena yang membebaskan tanah seluas 4.500 meter persegi pada tahun 2009 itu adalah operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL).

Sekalipun MCL merupakan anak perusahaan Exxon Mobil, namun kedua perusahaan itu memiliki subyek hukum yang berbeda. Sehingga dinilai tak tepat jika tergugat melayangkan gugatan terhadap perusahaan asal Amerika tersebut.

"Gugatan tidak dapat diterima karena kurang tepat," jelas Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, I Nyoman Wiguna, Sabtu (13/10/2012) siang.

Dia katakan, sesuai amar putusan majelis hakim PN Bojonegoro dalam perkara nomor : 12/Pdt.6/PN.Bjn, antara Sadji dengan Exxon Mobil pada tanggal 8 Oktober 2012 lalu, menyatakan gutatan tak diterima. Apalagi yang membeli tanah tersebut bukan Exxon Mobil namun MCL.

Dia katakan, majelis hakim mempertimbangkan bahwa pihak yang tergugat (Exxon Mobile) bukanlah penguasa objek (lahan) sengketa. Melainkan, MCL yang berstatus anak perusahaan Exxon Mobil.

"Kalau tidak salah dalam pertimbangan itu yang digugat adalah Exxon, seharusnya ya MCL. Maka dari itu dianggap terjadi kesalahan tergugat," imbuhnya.

Gugatan tersebut dinyatakan tidak diterima karena dalam fakta di persidangan bahwa Exxon Mobil dan MCL subjek hukumnya itu berbeda. Sehingga yang disalahkan disini kompetensi penggugat atas nama Sadji terhadap tergugat.

"Kami belum tahu apakah penggugat melakukan banding atau tidak, karena dalam upaya hukum ada 14 hari setelah putusan untuk banding atau mengajukan gugatan baru," tandasnya.

Terpisah, Field and Goverment  Affair Manager MCL, Rexy Mawardijaya, saat dikonfirmasi terkait itu menyatakan jika terkait tanah sudah dilakukan pendekatan dan diskusi. Namun dememikian, jika tidak  menemukan solusi akan diselesaikan di pengadilan.

"Untuk mengurainya sebaiknya kita merujuk keputusan pengadilan saja," tukasnya saat ditanya bagaimana langkah MCL jika penggugat melakukan gugatan terhadap MCL. (rien/tbu)

Kredit

Bagikan