Warga Rahayu Tolak Pemboran Sumur Baru

user
nugroho 11 Oktober 2012, 13:57 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Sekitar tiga puluhan pemuda Desa Rahayu Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jatim, mendatangi Kantor Joint Operating Body Pertamina - Petrochina East Java (JOB P-PEJ), operator migas Lapangan Sukowati -Mudi, Blok Tuban, Kamis (11/10/2012). Mereka menolak rencana pemboran sumur migas baru di desanya.

Dalam aksinya massa berorasi di depan pintu masuk Kantor JOBP-PEJ dan menghalau semua kendaraan yang ingin masuk. Bahkan mereka sempat menancam merusak mobil operator apabila mobil itu tidak mau pergi.

Alasan warga melakukan unjuk rasa dikarenakan JOBP-PEJ diduga belum menyelesaikan ijin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pengeboran sumur baru yang rencananya akan dilakukan di Dusun Gandu dan Dusun Kayunan di Desa Soko.

"Kalau memang sudah Amdal,  JOBP-PEJ harus menunjukkan kepada kami," ujar Sukisno, tokoh masyarakat setempat.

Lainnya itu, mereka menganggap selama ini Pertamina maupun PetroChina belum melibatkan tenaga kerja lokal dalam kegiatannya. Namun lebih mementingkan tenaga kerja dari luar desa bahkan luar daerah.

"Kalau masuk kesini,  apa kami harus bayar uang 30 juta?," ujar Nuryanto, salah satu pemuda setempat.

Disebutkan juga, mereka menganggap kompensasi yang diberikan kepada warga sebesar 50 ribu untuk tiap jiwa per bulannya masih dirasa kurang dan tidak sebanding dengan dampak langsung yang dirasakan warga selama ini. (edp/suko)

Kredit

Bagikan