Tabani Diupayakan dapat Pengobatan Gratis

user
nugroho 05 Oktober 2012, 16:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Setelah menderita hampir selama dua tahun, Muhammad Tabani (2), balita penderita pembengkakan pada kepala (Hydrocipalus) baru mendapatkan penanganan dari pemerintah. Pihak kecamatan dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Singgahan, Kabupaten Tuban, Jatim, sedang mempersiapkan administrasi untuk pengobatan Tabani.

Saat ditemui dirumah Sampurno (45), bapak Tabani, di Dusun Ngaglik, Desa Laju Lor, Camat Singgahan Jam'ul Fawaidd mengatakan, segera mengupayakan agar Tabani segera memperoleh perawatan secara gratis.

“Kita sedang upayakan itu,” ujar Jam’ul Fawaidd kepada suarabanyuurip.

Ditanya tentang keterlambatan penanganan, Jam'ul mengaku, selama ini dia belum tahu tentang kondisi balita tersebut. Hal itu dikarenakan dirinya baru menjadi Camat Singgahan selama 9 bulan.

"Saya tidak mendapat informasi apa-apa dari camat sebelumnya," kelitnya.

Sementara itu, Samurno mengaku, baru kali ini rumahnya didatangi Camat, Petugas Puskesmas dan Perangkat desa setempat untuk memeriksa keadaan Tabani.  Pemeriksaan itu dilakukan setelah kondisi anaknya semakin parah.

“Baru sekali ini mas dikunjungi pak camat dan bu dokter puskesmas. Selama dia sakit hingga 24 bulan kami obatkan denganbiaya sendiri,” aku Sumarno yang dibenarkan istrinya Khanifah (40).

Seperti diberitakan sebelumnya, Tabini menderita penyakit Hydrocipalus sejak masih berusia 4 bulan. Karena tak memiliki biaya, keluarga Tabini sekadar melakukan perawatan secara sederhana. Tabini pernah berobat di rumah sakit Surabaya dengan surat rujukan dari Puskesmas Singgahan.

Namun karena keterbatasan biaya, mereka hanya bisa bertahan berobat selama 9 hari  karena uang yang dibawa sudah habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Setelah itu, kedua orang tua Tabani hanya bisa pasrah dan hanya merawat Tabani seperti bayi sehat lainnya tanpa pengobatan yang khusus. (edp/suko)

Kredit

Bagikan