Proyek Blok Cepu Diduga Caplok Lahan Warga

user
nugroho 05 Oktober 2012, 15:25 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Selain menimbulkan polusi debu, pelaksanaan proyek Engineering, Procurement and Constructions (EPC) 1 Banyuurip diduga telah menyerobot lahan milik Munip, warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, seluas 2000 ribu meter persegi (M2). Lahan tersebut lokasinya berada menuju well pad A dan C Banyuurip yang sekarang ini tengah digarap PT.Tripatra Engineers & Constructor, kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu.

"Tanah itu masih hak kami karena belum dibebaskan. Tapi kok sudah dibulldoser. Apalagi tanpa sepengetahuan saya," ujar Munip pemilik lahan ketika ditemui dirumahnya.

Dia menceritakan, total lahan miliknya yang berada dilokasi tersebut kurang lebih sekitar 3000 M2. Namun, dari total luas lahan itu telah ia jual seluas 1000 M2 pada tahun 2005 lalu. Dari hasil penjualan itu Munip menerima total uang sebanyak Rp. 30 juta.

"Berapa harga permeternya saya lupa, yang pasti jual beli itu pada tahun 2005,” kata buruh tani ini menerangkan.

Munip mengaku, untuk sisa lahan seluas sekitar 2000 M2 sampai sekarang belum merasa menjualnya karena belum ada kecocokan harga dengan operator. Pihaknya, berkeinginan agar semua lahan dibebaskan karena dinilai sangat berdekatan dengan lokasi proyek.

"Saya menawarkan Rp.2 Miliar untuk sisa lahan, tapi belum ada kesepakatan. Jika sepakat saya akan pindah," ungkapnya Bapak dua anak ini.

Namun anehnya, lanjut dia, beberapa waktu lalu, saat dirinya sedang tidak berada dirumah sisa lahan tersebut sedang dilindas bulldoser untuk proyek pengembangan penuh lapangan minyak Banyuurip.

 "Tetangga saya sempat mengingatkan agar lahan itu tidak dibulldoser. Namun tetap saja diteruskan," tutur Munip.

Melihat kejadian tersebut, tidak lama kemudian Munip sempat melaporkannya kepada Kepala (Kades) Desa Gayam, Pujino. Hasilnya, kata dia, kades meminta akan segera koordinasi dengan pihak MCL dan PT. Tripatra, kontraktor pelaksana proyek EPC 1.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya mengaku, jika tanah yang didapatkan itu melalui PT.  Bangkit Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro.

"Sekarang ini tim tanah BUMD tengah berkoordinasi dengan pemilik lahan. Namun sebaiknya ditanyakan langsung kepada BUMD," saran Rexy. (roz/suko)

Kredit

Bagikan