Truk Tangki Pertamina EP Dihadang Warga

user
nugroho 03 Oktober 2012, 16:50 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Setelah berhasil memasukan mobil tangki, Pertamina EP pengelola sumur migas Tiung Biru (TBR)-A,B, dan C Blok Gundih, di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jatim tak bisa berkutik. Pasalnya, mobil tangki pengangkut Nitrogen cair pengeboran itu dihentikan warga Purwosari dan warga Tambakrejo untuk kembali di lokasi TBR.


Pantauan SuaraBanyuurip.com menyebutkan, penghentihan mobil tanki yang semula lewat jalur Padangan-Tambakrejo itu dilakukan 20 warga di jalur Purwosari-Tambakrejo tepatnya dekat portal depan Kantor Camat Purwosari sekitar jam 20.30 Wib tadi.

Lugiyanto, warga desa/Kecamatan Purwosari ditemui di lokasi penghadangan menyatakan, penghadangan ini dilakukan karena belum adanya wujud pembangunan yang pernah dijanjikan PT Bama Bumi Sentosa (BBS) operator sumur TBR-C. Lain itu, warga juga kesal dengan ulah Pertamina EP yang terkesan memaksakan diri.

Padahal, dalam pertemuan konsultasi lanjutan di kantor Kecamatan Tambakrejo (28/9) sudah disampaikan sebelum jalan Purwosari-Tambakrejo dibangun tidak ada moving alat berat apapun. Termasuk mobil tanki pengangkut minyak maupun yang lainnya. Kecuali, mobil tanki penyiraman jalan.

"Saya dan warga Kecamatan Tambakrejo sejak tadi siang sudah siap menghadang untuk disuruh kembali kelokasi lagi jika Mobil tanki tersebut hendak keluar,"kata Lugianto, (2/10).

Dia mengaku kesal atas prilaku perusahan yang seakan tidak mau berkomitmen dengan janji yang pernah dilontarkan. Apalagi, masuknya melalui jalur Padangan-Tambakrejo.

"Kesannya kucing-kucingan, Mas. Mungkin sudah tau jika jalan Purwosari-Tambakrejo (lokasi TBR) diportal dengan ukuran sempit. Akirnya dilewatkan Baru yang ukuran Portalnya lebih lebar," terangnya.

"Saya hanya sebagai sopir Mas diprintah bu Tiara humas Pertamina EP juga berjalan saja. Karena, menurut bu Tiara sesuai ijinnya sebelum jam 21.00 Wib diperbolehkan lewat,"kata Sunardi Driver mobil tanki tersebut. 

Terpisah, Tiara, Humas Pertamina EP, ketika dihubungi melalui pensan pendeknya terkait penghadanghan itu menyatakan, pihaknya yang meminta truk tersebut kembali ke lokasi demi aspek keselamatan. Mengingat kondisi masyarakat yang seperti itu.

"Karena hal ini sudah terjadi, jadi sepertinya langkah kami bukan antisipasi tapi mengkomunikasikannya melalui unsur pemerintahan yakni Muspika," tegas Tiara. (sam/tbu)

Kredit

Bagikan