Tripatra Bantah Air Sumur Bau Solar Akibat Proyek EPC-1

user
nugroho 29 September 2012, 00:08 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyurip, Blok Cepu, PT.Tripatra Engineers and Constructors Konsorsium PT.Samsung menampik jika kejadian air sumur berbau solar milik Yoto, warga  RT/RW 05/02 Desa Berabowan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, itu dikarenakan dampak pengerjaan proyek.

"Rasanya (lokasi sumur) jauh dari tempat kerja kami,” kilah Community Affairs PT. Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan.

Budi menegaskan, dalam setiap kegiatan pekerjaan EPC - 1 Tripatra sangat menjaga lingkungan. Karena itu, dia memastikan bau menyerupai solar yang bercampur air di sumur milik Yoto tersebut bukan akibat proyek.

“Dalam kegiatan kami diharamkan yang namanya oil spill (tumpahan minyak mentah)," kilah Community Affairs PT.Tripatra Budi Karyawan

Meski demikian, untuk mengetahui kebenarannya diperlukan pengecekan lebih lanjut terkait kandungan air di sumur sedalam 8 meter tersebut.

"Perlu penelitian lebih jauh mengenai hal ini. Tapi melihat lokasinya dan dengan cara kerja kami yang sangat menjaga oil spill, kami optimis itu bukan EPC-1 penyebabnya," bantahnya lagi.

Kalaupun peristiwa terjadinya oil spill benar terjadi, lanjut dia, pihaknya akan terkena teguran dan bahkan pertanggungjawaban dari operator Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL).

"Kalau itu (oil spill) terjadi, kami didenda oleh MCL," sergah pria asli Malang, Jatim ini.

Karenanya, dia menyarankan agar kandungan air sumur tersebut hendaknya diteliti bersama oleh semua pihak.

"Ya mestinya ada yang menyelidiki. Kalau perlu MCL juga ikut meneliti apa dan darimana penyebabnya," pungkas Budi, masuk akal. (roz/suko)

Kredit

Bagikan