Warga Lawan Pembongkaran Paksa Tenda Perjuangan

user
nugroho 19 September 2012, 15:25 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Warga Dusun Templokorejo dan Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, menolak keras upaya pembongkaran paksa tenda yang digunakan sentra aksi unjuk rasa di aces road proyek Blok Cepu yang dilakukan operator Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd (MCL), Rabu (19/9/2012).

Pihak MCL beralasan aksi blokir jalan dengan mendirikan tenda yang dilakukan warga tidak berijin. Sedangkan menurut warga, semua pemberitahuan berikut ijin telah dilakukan melalui Kepala Desa Gayam, Pujiono, sebelum aksi berlangsung.

Sementara itu, serombongan polisi dari Polsek Gayam yang didukung jajaran Polres Bojonegoro, telah berada di lokasi unjuk rasa. Mereka mencoba melakukan negosiasi dengan warga, namun kelihatannya masih belum menemukan titik temu.

"Kami akan tetap bertahan sampai tuntutan kami dikabulkan. Kalau dikatakan tidak ada pemberitahuan itu salah. Semua pemberitahuan sudah kami berikan kepada Pak Kepala Desa," tegas Sulasih, di samping sejumlah warga lain saat ditemui SuaraBanyuurip.com di lokasi tenda yang akan dibongkar paksa MCL tersbeut.

Pihak kepolisian pun kebingungan dengan kegigihan warga. Sejumlah polisi mencoba mencari Kepala Desa Gayam, Pujiono, namun gagal. Sehingga upaya pembongkaran paksa ini, sepertinya bakal gagal dilakukan.

"Polisi harusnya melindungi dan membela warga, bukannya malah mau membongkar tenda perjuangan warga," teriak sejumlah warga.

Sayangnya hingga berita ini dilansir Kepala Desa Gayam, Pujiono, belum berhasil dimintai konfirmasi. Menurut salah satu kerabatnya Pujiono sedang ke luar kota untuk keperluan mendadak. (roz/tbu)


Kredit

Bagikan