Ekskusi Tanah Berlangsung Tegang

user
nugroho 19 September 2012, 12:43 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo


Tuban - Eksekusi sebidang tanah di Desa Kedungrojo, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban diwarnai aksi ketegangan dan saling tuding antara petugas dengan tergugat, Rabu (19/9/2012).

Ketegangan terjadi setelah, Hartatik (40), selaku tergugat merasa membeli tanah tersebut secara sah. Selain itu dia merasa menang dalam gugatan yang dilakukan di tingkat Pengadilan Negeri (PN) Tuban, dan Pengadilan Tinggi (PT) di Surabaya.

"Kami membeli dengan sah, tapi kenapa tanah ini diminta?" Kata Hartatik marah.

Sementara itu, petugas pembaca keputusan dari Pengadilan Negeri (PN) Tuban tetap bersikeras melakukan eksekusi karena Sri Handayani, selaku penggugat menang dalam tuntutannya di pengadilan yang lebih tinggi (Kasasi) di Mahkamah Agung. Setelah melalui beberapa proses pengadilan.

"Jadi, sertifikat yang dimiliki oleh tergugat sekarang dibatalkan," kata Sulistiyono, juru sita dari PN Tuban.

Beberapa sumber menyebutkan, sengketa tanah seluas 410 m2 ini berawal saat tergugat membeli sebidang tanah kepada seseorang yang belum diketahui identitasnya, di Desa Kedungrojo. Tapi, belakangan baru diketahui ternyata sebidang tanah yang sudah didirikan rumah tersebut masih dalam  sengketa, sehingga kedua belah pihak menempuh jalur hukum.

Sebelum eksekusi dilakukan, kedua belah pihak telah menjalani poroses persidangan panjang.  Gugatan pertama dimenangkan oleh Sri Handayani sebagai penggugat, yang menggugat dua orang masing-masing Idris (45) dan Hartatik (40) di PN Tuban.

Tapi, dalam proses pengadilan selanjutnya, kedua tergugat menang dalam banding yang dilakukan di PT. Sehingga merasa berhak untuk memiliki tanah seluas 410 m2 dan tepat di pinggir jalan tersebut.

Tak terima, Sri Handayani didampingi pengacaranya Supriyadi kemudian melakukan tuntutan diproses selanjutnya (Kasasi). Mereka ditetapkan sebagai pemenang sengketa lahan di desa tersebut.

Pantauan dilapangan, eksekusi lahan yang sudah didirikan sebuah rumah kayu tersebut berjalan alot. Dalam eksekusi tersebut tak kurang dari 70 personil dari kepolisian diturunkan untuk mengamankan jalannya eksekusi. (edp/tbu)


Kredit

Bagikan