Tak Puas Jawaban Pertamina, Warga Lanjutkan Penutupan Jalan

user
nugroho 18 September 2012, 12:48 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim, menghujat pimpinan Terminal Transit Utama (TTU) Pertamina Tanjung Awar-Awar saat hearing (penyampaian dengar pendapat) setelah aksi penutupan jalan di desa setempat, Selasa (18/9/2012).

Hujatan dipicu ketidak hadiran Haris, Pimpinan TTU dalam hearing yang digelar di Balai Desa Tasikharjo. Sehingga warga merasa kecewa saat melihat aksi kali ini Pertamina kembali menghadirkan orang yang tidak berwenang mengambil kebijakan.

"Yang membunuh rakyat sini adalah Haris," teriak salah satu warga menyebut nama pimpinan TTU Pertamina Tuban.

Warga lainnya juga mengungkapkan kekesalannya. Karena hingga saat ini, terhitung sudah tiga kali  pimpinan TTU Tuban diundang namun sama sekali tidak merespons. Bahkan terkesan mengabaikan niat baik warga setempat.

"Begitu kok mau jadi tetangga yang baik?" Tambah Sutomo, salah satu warga yang mengikuti Hearing.

Dikonfirmasi, perwakilan TTU Pertamina Tuban, Solihin membenarkan jika dirinya tidak mempunyai kapasitas untuk mengambil kebijakan.

Solihin mengatakan yang bisa dia lakukan saat ini hanyalah mengkoordinasikan tuntutan warga dengan beberapa petinggi Pertamina yang ada di Surabaya.

"Kapasitas saya hanya itu mas," jawab Solihin singkat.

Mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari Pertamina, warga kembali memaksa untuk menutup jalan akses menuju tempat terminal bahan bakar minyak di Tuban tersebut.
Hadir dalam hearing setelah aksi tersebut Kapolsek Jenu, Danramil Jenu, Camat Jenu dan melibatkan 75 anggota kepolisian untuk mengamankan aksi. (edp/suko)

Kredit

Bagikan