Akses Well Pad C Masih Diblokir, Giliran Jalan Beged Ditutup Warga

user
nugroho 18 September 2012, 10:57 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro - Meski pemblokiran akses road di Dusun Sukorejo (Puduk), Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro sudah diakhiri warga sejak Senin (17/9/2012) malam sekitar pukul 21.00 wib, namun penutupan jalan menuju well Pad C Banyuurip masih dilakukan warga Dusun Temlokorejo, Kecamatan Gayam, sampai Selasa (18/9/2012) siang ini.

Akibatnya, proyek pengurukan lahan masih belum berjalan normal karena dump truck pengangkut tanah urug tidak dapat masuk lokasi Well Pad C. Sebab warga masih berkerumun di sekitar tenda yang didirikan ditengah akses road.

"Pokoknya kami tidak akan membongkar tenda ini sampai tuntutan kompensasi dipenuhi Tripatra maupun operator," tegas Karwi, salah satu warga setempat.

Dari pantauan, ditenda tersebut terlihat ada sekitar sepuluh warga. Mereka sejak Senin (16/9/2012) kemarin menunggui tenda secara bergiliran setelah negoisasi membahas tuntutan kompensasi tunai akibat polusi debu proyek Blok Cepu antara Mobil Cepu Limited (MCL) dengan PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, tak membuahkan hasil.

Rencananya, hari ini warga Temlokorejo dan Kaliglonggong akan turun kelokasi pemblokiran lagi. Karena warga di dua dusun itu merasa yang paling terdampak akibat proyek pengurukan lahan EPC - 1 Banyuurip karena berada dekat dengan lokasi proyek.

"Warga semua sudah sepakat untuk kelokasi pemblokiran," tegas Karwi.

Selain pemblokiran akses road menuju Well Pad C, kabaranya jalan di Desa Beged, Kecamatan Kalitidu menuju Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem juga diblokir warga setempat, Selasa (18/9/2012) sekitar pukul 09.00 wib. Jalan ini merupakan jalan alternatif yang biasa digunakan mobil-mobil proyek kontraktor MCL. Dalam pemblokiran ini warga menuntut adanya tenaga flagman di jalan tersebut. (sam/roz/suko)

Kredit

Bagikan