Warga Puduk Hentikan Pemblokiran

user
nugroho 18 September 2012, 10:11 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy-Samian Sasongko

Bojonegoro-Protes warga Dusun Sukorejo (Puduk), Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro dengan melakukan pemblokiran di acces road didekat pintu masuk Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, yang dimulai sejak Minggu (16/9) kemarin, mulai ada titik temu. Warga sudah membongkar tenda di atas tanah kas desa (TKD) Bonorejo seluas sekitar 8 meter persegi, Senin (17/9) malam sekitar pukul 21.00 wib.

Informasi yang diterima suarabanyuurip.com, penghentian pemblokiran itu dilakukan setelah petugas Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) berhasil bernegoisasi dengan warga. Dalam negoisasi itu, warga Puduk menyerahkan sepenuhnya tuntutan kompensasi tunai  kepada Pam Obvit dengan membuat pernyataan tertulis yang ditandatangani kedua belah pihak.

"Alhamdulillah sudah ada win-win solution atas tuntutan kami. Kita serahkan ke Ditpam obvit. Saat ini jalan sudah bisa dibuka,"ujar Joddy.

Menurut dia, diantara isi surat pernyataan itu pihak Ditpam Obvit akan memproses penyelesaian lebih lanjut terkait tuntutan kompensasi tunai akibat polusi debu proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu, sebesar Rp. 1,5 juta per kepala keluarga (KK) per bulan selama proyek berlangsung.

"Untuk kekuatan hukum perjanjian itu, kami masih belum jelas karena masah di godok. Yang pasti kami percayakan pada pam ovit dan kuasa Allah,"ucapnya pasrah.

Mulai adanya titik temu persoalan warga puduk ini juga dibenarkannya oleh Kapolsek Gayam AKP Sudirman. Menurutnya, penghentian pemblokiran acces road di Puduk karena sudah ada perundingan dengan sejumlah pihak. Mulai dari Pemdes Bonorejo, Pam Obvit, dan  Polsek Gayam.

Sudirman menambahkan, dalam proses penyelesaian dengan warga tidak ada intervensi dan tekanan dari manapun.

"(Tenda) Itu tidak dibongkar paksa. Namun hasil rundingan.Warga sendiri yang membongkar tenda itu," kata mantan Kapolsek Dander.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemblokiran jalan utama keluar masuknya logistik proyek itu dikarenakan warga merasa terdampak polusi debu akibat proyek pengurukan lahan untuk pengembangan penuh minyak banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph). Ada enam tuntutan yang usung warga, namun satu yang belum disepakati hingga sekarang ini yakni kompensasi tunai.

Lima tuntutan lainnya yang dipenuhi adalah perbaikan akses jalan warga ke sawah sekitar sepanjang 80 meter, kompensasi tunai sebesar Rp. 50 juta dari PT. Etika Dharma Bangun Sejahtera (EDBS), mitra PT. Bojonegoro Bangun Sejahtera (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro  atas pembebasan lahan. Uang kompensasi itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan musola di dusun setempat.

Lain itu juga penegasan kompensasi  inftaruktur berupa tembok penahan tanah untuk Dusun Sukorejo, pengoptimalan tenaga kerja dari desa dan kesepakatan beroperasinya truck staful dimalam hari harus dilaporkan dan disetujui warga.(roz/sam/suko).

Kredit

Bagikan