Warga Puduk Minta Bupati Turunkan BLH

user
nugroho 17 September 2012, 17:36 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Warga Dusun Sukorejo, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro yang memblokir  akses jalan di pintu masuk Desa Sudu, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro berencana melibatkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Bojonegoro untuk meneliti polusi debu yang menimpanya.

Blokir jalan dengan mendirikan tenda yang direncanakan selama enam hari sejak, Senin (17/9/2012), ini juga sebagai upaya menuntut hak. Termasuk diantaranya menyoal polusi debu akibat beroperasinya proyek Blok Cepu.

"Selain sejumlah instansi dan LSM kami merencanakan akan meminta bupati untuk menerjunkan BLH ke lapangan,"ujar Trisno, salah satu warga kepada SuaraBanyuurip.com, di lokasi aksi.

Dia menilai, persoalan pencemaran debu seperti yang terjadi saat ini merupakan salah satu bentuk pencemaran terhadap lingkungan. Dimungkinkan dapat mengancam kesehatan warga sekitar terdampak proyek.

"Kalau memang masalah ini berkenaan dengan lingkungan, kenapa tidak, BLH kita minta untuk meninjaunya disini," tambahnya.

Senada ditegaskan warga lain, Joddy. Menurutnya, dampak polusi debu tidak bisa dirasakan secara langsung. Sebab, pencemarannya bersifat halus bersamaan udara yang sedang dihirup manusia. "Mungkin bahayanya baru terasa setelah beberapa tahun kemudian," katanya.

Apalagi, lanjut dia, radius antara pemukiman warga Dusun Puduk dengan lokasi dirasa tidak terlalu jauh. Ditaksir jaraknya sekitar 300 meter, itupun belum termasuk kalau arah angin berembus ke pemukiman warga.

Sementara itu, pantauan di lokasi menyebut, warga tetap tinggal ditenda yang telah didirikan sebelumnya. Mereka sepakat menginap sampai ada titik temu antara warga dengan pihak operator.

"Kita akan menginap. Untuk kebutuhan makan dan mandi warga pulang kemudian balik lagi. Pokoknya harus ada yang di tenda ini," tandas Joddy. (roz/tbu)

Kredit

Bagikan