Dirikan Tenda di Atas TKD, Polisi Tak Berani Bubarkan Warga

user
nugroho 16 September 2012, 21:30 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Meski sempat diancam akan dibubarkan paksa oleh Polisi, warga Dusun Sukorejo, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, tetap bersikukuh tak mau membubarkan diri hingga batas waktu yang diberikan pada pukul 16.00 wib. Bahkan mereka malah mendirikan tenda ditengah jalan di lokasi akses road milik PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, Blok Cepu hingga malam ini.

Alasan warga tak membubarkan diri karena selain tidak dipenuhinya kompensasi tunai sebesar Rp. 1,5 juta per kepala keluarga (KK) per bulan selama proyek berlangsung sebagai ganti polusi debu, tanah yang didirikan tenda sekarang ini adalah tanah kas desa (TKD) Bonorejo.

Jodi, salah satu warga Dusun Sukorejo mengungkapkan, TKD yang digunakan akses road dan ditempati tenda sekarang ini seluas sekitar 8 meter persegi. Penggunakan TKD tersebut belum ada kesepakatan antara pemerintah desa (Pemdes) Bonorejo dengan Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu karena kepala desa belum menandatangi.

“Ini jalan kami, warga Bonorejo. Jalan desa, bukan jalannya MCL. Jadi hak kami untuk mendirikan tenda disini,” tegas Jodi yang diamini warga lainnya.
Apalagi, lanjut dia, warga Bonorejo telah dirugikan akibat polusi debu proyek pengurukan ini. Setiap hari warga harus menghirup debu dari proyek yang dilaksanakan Triptra, kontraktor MCL.

“Pokoknya kami akan terus bertahan disini sampai tuntutan kami dipenuhi semua,” tandas Jodi.

Karena itu, dia menambahkan, akan melayangkan surat susulan pemberitahuan kepada Polsek dan Polres Bojonegoro tentang aksi tersebut.

“Besok suratnya akan kami kirim. Karena kami tidak tahu kalau aksi yang dilakukan ditanah sendiri (TKD) harus ada pemberitahuan,” jelasnya.

Kepala Desa Bonorejo, Siti Rokayah membenarkan, jika tenda yang didirikan warga itu berada di TKD Bonorejo yang masuk dalam salah satu dari enam item masalah sosioekonomi yang belum diselesaikan MCL. Penggunaan TKD itu, lanjut dia, belum ada kesepakatan antara Pemdes Bonorejo dengan MCL.

"Memang saya belum menandatangani perjanjian dengan MCL terkait penggunaan jalan desa tersebut," sambung Siti Rokayah, Kades Bonorejo dihadapan warga dan pihak keamanan.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Governmet Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya belum memberikan kepastian tentang status tanah diakses road yang didirikan tenda oleh warga.

“Kita akan cek dulu dengan Tim Tanah MCL dan Triptra yam as,” janji mantan jurnalis salah satu media nasional ini.

Mendapat pengakuan dari warga dan Pemdes Bonorejo tentang status tanah tersebut, Polsek Gayam didampingi petugas pengamanan obyek vital (Pam Obvit) tidak berani memaksa warga untuk membongkar tenda tersebut. Polisi pun akhirnya balik kuncing setelah bernegoisasi dengan warga dan Pemdes Bonorejo menemui jalan buntu. (sam/suko)

Kredit

Bagikan