Lagi, Warga Tuntut Kompensasi Polusi Debu Proyek EPC 1

user
nugroho 16 September 2012, 08:35 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Aksi menuntut kompensasi atas polusi debu akibat proyek pengurukan lahan Blok Cepu kembali dilakukan warga. Kali ini puluhan warga Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, mendatangi proyek engineering, procurement and construction (EPC) 1 Banyuurip, tepatnya dilokasi akses road milik PT. Tripatra Engineer & Constructor, Minggu (16/9/2012).

Dari pantauan, aksi itu dimulai sekitar pukul 06.00 wib. Puluhan warga yang berdekatan dengan proyek pengurukan lahan itu hanya duduk-duduk dilokasi proyek akses road yang menjadi keluar masuknya kendaraan pengangkut tanah urug maupun logistik proyek EPC 1 Banyuurip. Tak ada sepanduk berisi tuntutan yang mereka bawa.

Sebagian besar mereka datang dengan membawa motor dan memarkirkan melintang ditengah akses road. Aksi itu dijaga sejumlah orang security.

Dodi, salah satu warga Dusun Puduk mengatakan, kedatangan warga kelokasi akses road ini untuk menuntut kompensasi atas polusi debu akibat pengangkutan tanah urug untuk proyek pengurukan lahan kepada Triptra. Akibat polisi debu, rumah-rumah warga telah tercemari debu yang terawa angin. Gentingnya berubah berwarana putih dan kotor.

”Ini sudah merugikan warga. Karena itu kami meminta Triptra memberikan kompensasi akibat polusi ini,” tegas Dodi yang diamini warga lainnya.

Selain itu, warga juga meminta agar Triptra melakukan pengurukan jalan sepanjang sekitar 80 meter di dusun tersebut menuju areal persawahan.

Dikonfirmasi terpisah, Community Affairs PT. Triptra Engineers & Constructors, Budi Karyawan belum bisa memberikan tanggapan. Alasannya ia sedang menuju lokasi untuk menemui warga.

Sekadar diketahui, aksi menuntut kompensasi akibat proyek pengurukan lahan Blok Cepu yang dilakukan warga itu merupakan yang kedua kali. Sebelumnya warga Dusun Templokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem juga melakukan aksi serupa. Mereka memblokir akses road di Well Pad C Banyuurip. Namun tuntutan kompensasi yang diminta warga belum ada titik temu karena akan dibahas dalam pertemuan Senin (17/9/2012) besok. (sam/suko)

Kredit

Bagikan