Warga Hentikan Pemblokiran Well Pad C Banyuurip

user
nugroho 13 September 2012, 13:44 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Pemblokiran akses road well pad C Banyuurip, Blok Cepu yang dilakukan warga Dusun Temlokorejo, Desa Gayam, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/9) sore kemarin,  hari ini disudahi. Pemblokiran ini dihentikan setelah PT. Tripatra Engineers & Constructors, kontraktor engineerin, procurement and construction (EPC) - 1 Banyuurip bernegoisasi dengan warga dan menyepakati pertemuan dengan perwakilan warga pada Senin (17/9/2012) pekan depan.

Sutar, Warga Dusun Temlokorejo menyatakan, warga bisa menerima hasil kesepakatan pertemuan pada pekan depan untuk membahas tuntutan. Yakni, Sendang kelor tidak boleh ditutup, pemberian kopensasi dan penyiraman maksimal.
"Kita sepakat pertemuannya nanti dilokasi pemblokiran,” ujar Sutar.

Rencananya, pertemuan itu akan dihadiri Kepala Desa (Kades) Gayam Pujiono, perwakilan Tripatra dan warga Temlokorejo.

Sementara itu, Comunnity Affairs Tripatra, Budi Karyawan mengatakan, hasil negosiasi dengan warga disepakati tanggal 17 September 2012 dilakukan pertemuan untuk bahas tuntutan warga tersebut.

"Akan ada pertemuan lagi hari senin 17 September 2012,"tegas Budi Karyawan melalui pesan pendenya.
Dari pantuan dilapangan, negosiasi Tripatra dengan warga dikawal petugas keamanan Polsek Gayam. Setelah ada kesepakatan warga mencabut bambu dan ranting pohon yang dipasang melintang ditengah akses road well pad C.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi pemblokiran ini dikarenakan warga merasa dirugikan akibat proyek EPC 1 Banyuurip yang tengah melakukan pengurukan lahan. Mereka merasa proyek itu telah menimbulkan polusi debu dan mengancam kesehatan warga Dusun Temlokorejo.

Selain akan menggelar pertemuan pada pekan depan, sebelumnya juga telah disepakati penyiraman jalan secara intensif dengan menambah armada, pengaturan pembatasan kecepatan kendaraan pengangkut tnanh urug, dan penghentian sementara pengiriman pedel kearea Temlokorejo dua hari kedepan. Sedangkan tuntutan kompensasi yang dilayangkan warga akan dibahas pada pertemuan pekan depan. (sam/suko)

Kredit

Bagikan