Negoisasi Alot Warga Mlaten Bertahan Blokir Jalan

user
nugroho 12 September 2012, 17:31 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Proses perundingan antara wrga Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Kabupaetn Bojonegoro dengan manajemen operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina PetroChina Est Java (JOB PPEJ) berjalan alot. Akibatnya, warga masih bertahan memblokir jalan menuju loksai proyek Wellpad A dan B sumur migas Sukowati, Blok Tuban, Rabu (12/9/2012) petang.

Aksi yang berlangsung sejak pagi hari tadi tampaknya bakal panjang. Apalagi pihak manajemen JOB PPEJ belum juga memenuhi tuntutan warga.

"Sebenarnya ini hanya misscommunication saja, karena ihwal cerita sebenarnya empat dari 10 pekerja dari Dukuh Mlaten  yang bekerja di Pad A tahu kalau Rig yang berdiri disana akan diturunkan, sehingga pindah ke Pad B yang sekarang mulai beroperasi,"tegas Humas JOB-PPEJ, Nurhasim, disela-sela negoisasi dengan warga.

Dia katakan, selama ini total warga Dukuh Mlaten yang bekerja ada 10 orang, namun karena tahu sebentar lagi Pad A tidak beroperasi maka empat diantaranya mengundurkan diri tanpa memberitahu perangkat desa maupun JOB PPEJ. Di samping itu secara otomatis seluruh pekerja baik dari Dukuh Plosolanang serta Dukuh Mlaten, Desa Sambiroto dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas akan diberhentikan semua.

"Ya saya juga bingung harusnya warga itu tahu kalau sebentar lagi Pad A tidak beroperasi. Kok malah blokir begini, kalau memaksa jatah untuk 4 orang tadi diisi tidak bisa karena kuotanya sudah cukup. Kan langsung diisi dengan yang lain, itu juga warga sekitar Ring 1. Cuma sekarang kami berusaha semaksimal mungkin agar subkontraktor kami mau menerima tambahan satu orang sebagai jasa catering, tinggal menunggu persetujuan dari manajemen," jelasnya panjang lebar.

Dia tambahkan, saat ini pihaknya sudah mencapai musyawarah mufakat bahwa untuk operasi Rig di Well Pad A selanjutnya akan mengambil warga dari Dusun Mlaten, sesuai kesepakatan yakni 10 orang. Hal ini akan berlaku bagi seluruh warga di sekitar Ring 1 saja untuk perekrutan tenaga kerja semaksimal mungkin dibagi secara rata dan seadil-adilnya.

"Saya tekankan disini hanya mempermasalahkan tenaga kerja, bukan kompensasi atau lainnya. Karena yang jelas untuk kompensasi atau tali asih sudah ditiadakan, yang ada itu CSR (Corporate Sosial Responbility),” kata Nurhasim.

Sedangkan nilai CSR untuk desa Ring 1 Pad B, yakni Dukuh Mlaten sebesar Rp 10.000.000/bulan, Desa Ngampel sebesar Rp 50.000.000/bulan,dan Ring 1 Pad A Desa Campurejo, Desa Sambiroto dan Desa Ngampel  masing-masing desa sebesar Rp 660.000.000/tahun.

Terpisah,Ketua Komunitas Dukuh Mlaten, Kumaidi, membenarkan laporan Humas JOB PPEJ Nurhasim tersebut. Saat ini pihaknya menyetujui satu orang sebagai jasa catering yang dimasukkan di Pad A, meskipun sebentar lagi  tidak beroperasi.

"Kami tinggal tunggu persetujuan dari manajemen sana, kalau belum deal ya masih diblokir jalannya. Selain itu kami meminta pihak JOB PPEJ tetap mempekerjakan kami saat Rig di Well Pad A nanti kembali beroperasi, jumlahnya sama dan harus ada perjanjian hitam di atas putih,"ujar pria yang memiliki warung kopi ini. (rien/tbu)

Kredit

Bagikan