Warga Ring 1 Sukowati Demo Naker

user
nugroho 12 September 2012, 09:17 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Sekitar 20 Warga Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, blokir jalan menuju akses utama Well Pad A dan Well Pad B sumur migas sukowati, Blok Tuban, Rabu (12/9/2012). Mereka tidak terima dengan pekerja di  Well Pad A yang direkrut Joint Operating Pertamina Petrocina East Java (JOB P-PEJ) sebagian bukan warga setempat.

Dalam aksinya, puluhan warga memasang bambu ditengah jalan dan menempeli tulisan tuntutan mereka. Diantaranya, meminta kepada Kapolres Bojonegoro untuk menjewer JOBP-PEJ yang sudah ingkar janji dengan kesepakatan yang disepakati bersama warga Dukuh Mlaten beberapa waktu lalu.

"Kami kecewa mbak, sebab sesuai kesepakatan dengan JOB PPEJ tenagaka kerja di Pad A sudah tidak diotak-atik lagi. Tapi kenyataannya ada 4 orang yang tidak diikutkan dalam kegiatan disana," tegas Ketua Komunitas Dukuh Mlaten,Kumaidi saat berada dilokasi pemblokiran.

Dijelaskan, hampir satu bulan ini 4 orang yang terdiri dari 2 penyedia catering,1 Maid Boy, dan 1 environ sudah tidak bekerja lagi  sejak bulan Agustus 2012 hingga sekarang. Hal ini bertentangan dengan janji JOB PPEJ yang tidak akan menyentuh pekerja di Pad A. Karena itu pihaknya telah melayangkan surat kepada JOB PPEJ namun belum ada tanggapan.

"Meskipun di Pad B sudah ada kesepakatan tapi kenapa malah Pad A dipermasalahkan? kami harus bagaimana, kok seakan-akan dipermainkan begini?," kata pria 35 tahun ini kecewa.

Khumaidi menegaskan, selama pihak JOB PPEJ belum memberikan jawaban, aksi blokir jalan akan terus berlanjut. Agar mereka mengetahui apa yang menjadi hak warga dan kewajiban JOB PPEJ selaku operator sumur minyak yang diambil dari desa warga.

"Bagaimanapun ini tanah kami. Kami berhak mendapatkan apa yang seharusnya kami dapatkan," pungkasnya.

Terpisah,Field Admin Super Itendant JOB PPEJ,Hananto Aji saat dikonfirmasi www.suarabanyuurip.com membantah jika pihaknya tidak mempekerjakan warga Dukuh Mlaten yang berada di Well Pad A. Akan tetapi mereka sendiri yang berpindah tempat di Well Pad B tanpa memberikan penjelasan atau keterangan lebih lengkap.

"Setahu saya itu ulah mereka sendiri. Sudah mendapat posisi di Pad A kok tahu-tahu pindah di Pad B. Tapi yang kosong diisi warga setempat juga, entah dari Plosolanang atau Campurejo biar saya cek dulu," sergahnya melalui telephone seluler.

Dia mengaku, sangat mensayangkan aksi pemblokiran jalan seperti itu. Karena permasalahan yang terjadi bisa dibicarakan baik-baik. Hananto menilai, seakan-akan pekerja yang diambil selama ini tidak ada artinya dan mengutamakan kehendak hati yang emosional.

"Kenapa harus blokir? saya tidak pernah menerima surat yang disampaikan mereka, hanya tembusannya saja. Kemana mereka kirimnya? saya kan bingung jawabnya bagaimana dan kepada siapa?," imbuhnya.

Ditengah-tengah aksi, terlihat Humas JOB PPEJ, Nurhasim dan beberapa perwakilan lainnya sedang melakukan koordinasi dengan warga setempat untuk mendapatkan solusi yang baik agar tidak merugikan sesama pengguna jalan. (rin/suko)

Kredit

Bagikan