Penyerobotan Lahan Blok Cepu Dilaporkan Polisi

user
nugroho 04 Juni 2012, 18:15 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro - Kasus penyerobotan lahan untuk proyek migas Blok Cepu akhirnya masuk keranah hukum setelah jalur mediasi yang ditempuh tidak membuahkan hasil. Bambang Darianto, Sekretaris Desa (Sekdes) Ngujo, Kecamatan Kalitidu, melaporkan Siti Maskurotin yang diduga telah melakukan penyerobotan lahannya seluas 1.600 meter persegi yang berada di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Ring I Sumur Minyak Banyuurip, kepada Polres Bojonegoro.

“Hari Kamis (31/05/2012) kemarin saya sudah melaporkan kasus tersebut
pada Kepolisian. Tapi sepertinya akan lama karena baru memanggil saksi saksi,” kata Bambang Daryanto usai menemui Bupati Suyoto di rumah dinasnya, Senin (4/6).

Dengan ditemani Ketua Forum Komunikasi (FKM) Sapu Lidi, Imam Suhadak, yang juga memiliki hak atas tanah yang diserobot tersebut, Bambang berencana melaporkan masalah tersebut ke Pengadilan Negeri Bojonegoro.

“Selain pidana, kita juga ingin membawa masalah ini ke Perdata. Karena itu kita tengah menyusun konsep untuk melaporkannya ke Pengadilan,” tegas Bambang.

Dia menjelaskan, langkah ini terpaksa dia ambil karena upaya kekeluargaan yang ditempuhnya beberapa waktu lalu mentok. Pertemuan yang menghadirkan Siti Maskurotin dan Mobil Cepu Limited (MCL), selaku pembeli lahan dari terlapor yang dimediasi Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro tidak menemukan jalan keluar.

“Saya hanya ingin mencari tanah milik saya yang hilang. Karena itu saya akan tetap memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak saya. bukan
masalah pengembalian uang dari tanah saya yang terjual tersebut,” tegas Bambang.

Seperti diberitkan sebelumnya, tanah milik Bambang seluas  1600 diduga telah diserobot Siti Maskuratin pada Juli 2010 silam. Kemudian tanah itu oleh pelapor dijual kepada MCL dan sudah dibayar penuh.  Pada 2 Mei 2012 lalu, kasus tersebut dilaporkan kepada Tim Optimalisasi Kandungan Lokal. Namun upaya mediasi menemui jalan buntu karena masing-masing pihak bersikukuh pada kepentingannya sendiri. Bambang tidak mau menerima uang pengembalian penjualan tanah dari Siti Maskurotin sebesar Rp. Rp. 98 juta. Sedangkan MCL juga bersikukuh bila pembelian tanah tersebut sudah sesuai prosedur. (suko)

Kredit

Bagikan