Desak Polisi Usut Pelaku Kekerasan Wartawan

user
nugroho 31 Mei 2012, 15:49 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.comRirin W

Aliansi Juranalis Indipendent (AJI) Kota Bojonegoro mendesak kepada aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku tindakan kekerasan terhadap tujuh jurnalis televisi di Padang, Sumatera Barat, Selasa (29/5), oleh oknum anggota TNI Angkatan Laut. Sebab, tindakan oknum korps Marinir itu dinilai sudah melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mencederai kebebasan pers.

Tujuh jurnalis yang jadi korban kekerasan yakni Budi Sunandar (Sindo Tv), Apriandi (Metro Tv), Roni (Indosiar), Indra Khew (SCTV), Ridwan (Padang Ekspres), Julian (Trans7), dan Jamaldi (Favorit TV). Saat itu mereka sedang meliput suasana penertiban yang dilakukan oleh warga di lokasi rumah-rumah di kawasan Teluk Kabung, Kota Padang, yang diduga sering digunakan tempat mesum.

Dalam penertiban itu, oknum anggota TNI AL dari Kesatuan Marinir memukuli jurnalis dengan brutal. Bahkan, kameramen televisi Global Tv, Budi, mengalami luka berdarah di telinga kirinya. Sementara, beberapa kamera dan foto yang dibawa jurnalis ikut diambil dan dirusak.

Belasan oknum anggota marinir berpakaian dinas dan pakaian preman (bebas) itu juga menghajar warga yang menertibkan kawasan rumah yang diduga jadi tempat mesum tersebut. Diduga kuat, Oknum anggota marinir itu membekingi kawasan rumah mesum itu. Mereka tidak senang dengan aksi penertiban yang dilakukan oleh warga dan diliput jurnalis tersebut.

Ketua AJI Bojonegoro Sujatmiko didampingi Koordinator Divisi Advokasi Khorij Zaenal Asrori mengatakan, tindakan kekerasan dan kesewenang-wenangan terhadap tujuh jurnalis televisi di Padang, Sumatera Barat itu, sungguh memprihatinkan.

“Tindakan itu jelas melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan mencederai kebebasan pers,” tegas Khorij Zenal Asrori ketika menggelar aksi damai bersama 30 wartawan  di halaman kantor DPRD Kabupaten Boojonegoro Kamis, (31/05/2012) .

Menyikapi aksi kekerasan tersebut, AJI Kota Bojonegoro, melayangkan empat pernyataan sikap. Yakni mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan oknum anggota marinir terhadap tujuh jurnalis di Padang, mendesak aparat hukum mengusut dan menindak tegas pelaku kekerasan, pimpinan TNI menindak tegas anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan, meminta kepada masyarakat agar menggunakan hak jawab, dan tidak mengedepankan cara-cara kekerasan jika keberatan atau dirugikan atas pemberitaan media.

Dalam aksi ini ditandai penandatangan kesepakatan bersama antara para jurnalis dengan Polisi, anggota DPRD dan Satpol PP. (suko)

Credits

Bagikan