Pemuda Bojonegoro Demo MCL

user
nugroho 29 Mei 2012, 13:27 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Ratusan pemuda berambut cepak menggelar aksi unjuk rasa di kantor operator ladang migas Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd, di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jatim, tepatnya di kawasan Jalan Raya Bojonegoro – Cepu, Selasa (29/05/2012).

Aksi damai ini dari massa yang mengatasnamakan Pemuda Bojonegoro ini, merupakan aksi kali kedua setelah aksi beberapa waktu lalu sebelumnya. Aksi kali ini juga dalam pengawalan aparat dari jajaran Polres Bojonegoro.

Pantauan di lokasi demontrasi menyebutkan, mereka sangat jengkel dengan MCL yang terkesan tak memperhatikan kaum muda Bojonegoro dalam beroperasinya proyek minyak dan gas. Dalam aksinya mereka memakai pengeras suara untuk menyuarakan tuntutannya.

“Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap MCL, karena dalam beroperasinya proyek Blok Cepu masih banyak pemuda yang tidak dilibatkan,” tegas seorang pendemo berambut cepak saat ditemui SuaraBanyuurip.com di arena aksi di depan pintu masuk Kantor MCL.

Sedangkan tuntutan yang dilansir dalam aksi berlangsung tertib tersebut, diantaranya, menuntut ExxonMobill agar menegur MCL anak perusahaannya untuk mempercepat proyek Blok Cepu. MCL jangan mengadu dengan saudara sendiri, MCL jangan menjadi sarang premanisme, MCL jangan menjadikan Bojonegoro sebagai tempat rosokan.

“Pemuda Bojonegoro harus dilibatkan langsung dalam proses pengolahan minyak di wilayah Bojonegoro,” tegas seorang orator dalam orasinya.

Selain itu, mereka juga menuntut, agar warga luar Bojonegoro yang terlibat dalam proyek Blok Cepu segera diberhentikan, menuntut kesejahteraan yang sampai saat ini masih dalam mimpi. Dan, masyarakat Bojonegoro tidak ingin hanya menjadi penonton di tanah kelahiran sendiri.

Sayangnya dalam aksi yang dikordinatori Budi S ini tak ditemui pejabat dari MCL. Akhirnya mereka kecewa dan membubarkan diri.

Santer kabar di lapangan, bahwa aksi para pemuda berambut cepak itu berasal dari sejumlah pekerja bidang keamanan (Satpam) yang direkrut PT Metro Multi Powerindo (PT MPP).

Human Resourses Development (HRD) PT MMP, Mardikun, membantah keras jika pihak PT MPP dikatakan yang memerintahkannya. Baginya aksi ratusan pemuda tersebut tidak ada sangkut pautnya secara langsung dengan PT MMP.

“Saya tidak heran jika pemuda itu berdemo. Karena, mayoritas yang terekrut di PT MMP sebanyak 90 persen adalah warga sekitar tambang Blok Cepu,” tegas Mardikun. (tg)

Kredit

Bagikan