Warga Sekitar ATE Minta Mujiono Dibebaskan

user
nugroho 28 Mei 2012, 20:55 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro - Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu kini harus kembali berjibaku dengan berbagai gejolak yang ada disekitar wilayah kerjanya. Terbukti setelah Mujiono alias Jibleng warga Dusun Grogolan Desa Ngunut, Kecamatan Dander ditangkap polisi beberapa waktu lalu, sebagian warga setempat menuntut Jibleng dibebaskan.

Akan tetapi sebagian warga lainnya mendukung sikap dari MCL untuk memproses kasus dugaan pembakaran pos sweeper yang berada di sisi barat lokasi Alas Tua Timur (ATE) oleh Jibleng tersebut.

Pantauan SuaraBanyuurip.com dari sekitar lokasi ATE menyebutkan, paska tertangkapnya Jibleng membuat kondisi warga sekitar menyikapinya dengan pro dan kontra. Ada yang meminta agar Jibleng tersebut dibebaskan dari tahanan dan ada juga yang meminta pihak kepolisian tetap menunaikan tugasnya sesuai dengan aturan yang ada.

Sejumlah warga Desa Ngunut menyatakan, tertangkapnya Jibleng membuat kondisi warga sekitar lokasi ATE menjadi panas. Karena, ada warga yang meminta Jibleng dilepaskan dari jeratan hukum. Namun, ada pula yang mendukung pihak kepolisian agar tetap menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang sebenarnya.

“Saya kemarin (27/5/2012) sempat melihat puluhan warga Ngunut yang mendatangi lokasi ATE meminta agar MCL mencabut laporan perkara Jibleng tersebut. Namun, tidak menuai hasil yang memuaskan,” kata Hariono di samping warga lainnya, Senin (28/5/2012).

Hariono menambahkan, dia sebagai warga desa Ngunut tidak mau ikut campur tangan urusan tersebut. Karena, itu sudah urusan mereka masing-masing. Yakni, antara petugas dengan orang yang diduga sebagai pelaku.

“Saya tidak mau tahu Mas itu urusan orang-orang pinter. Butuhku kerja sesuai bidangku sebagai petani saja,” tukasnya.  (tg)

Kredit

Bagikan