Diduga Pelaku Pembakaran Suruhan Kontraktor MCL

user
nugroho 25 Mei 2012, 21:21 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -Samian Sasongko

Bojonegoro - Pembakaran pos sweeper sumur migas Alas Tuwo Timur (ATT), Blok Cepu, di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, oleh JD, seorang preman kampung setempat diduga dilatarbelakangi perintah dari salah satu kontraktor Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu.

Sebab, sebelum pemkabaran terjadi, kontraktor MCL mengajukan pemindahan salah satu pos sweeper yang kondisinya akan ambruk lantaran tanah disekitarnya longsor. Namun pengajuan pemindahan pos yang berfungsi memantau gas beracun selama eksplorasi itu tidak disetujui oleh MCL. Dengan alasan kontrak kontraktor dengan MCL telah habis.

“Setelah siangnya ada pembatalan (pemindahan pos sweeper) dari MCL itu malam harinya terjadi pembakaran,” kata Pr salah satu sumber yang meminta namanya dirahasikan.

Dia menduga, karena pembatalan tersebut salah satu kontraktor yang akhirnya menyewa salah seorang preman Desa Ngunut untuk melakukan pembakaran Pos Sweeper. Meskipun pos sweeper yang dibakar itu bukanlah pos yang diusulkan untuk dipindah.

“Mungkin dengan dibakar kontraktor akan memperoleh tambahan pekerjaan untuk membangun pos lagi dan kontraknya bisa diperpanjang,” tebaknya.

Sementara itu, Field Public and Government Affairs MCL, Rexy Mawardijaya, sedang berusaha dihubungi terkait dugaan pembakaran pos sweeper yang melibatkan salah satu kontraktornya.

Seperti diketahui, pembangunan pos sweeper tersebut dilakukan PT. Rajekwesi Mitra Tama (RMT), kontraklokal asal Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem. Sedangkan petugas sweeper dipekerjakan oleh PT. Dwi Agung, kontraktor asal Jakarta yang sekarang ini melakukan pekerjaan perawatan fasilitas Blok Cepu menggantikan PT. Bojonegoro Putera (Bohtera).

Insiden pembakaran pos sweeper tersebut berlangsung, Rabu (23/5) sekitar pukul 17.30 wib. Pelaku membakar pos sweeper itu dalam kondisi mabuk. Ditempat kejadian perkara (TKP) Polisi menemukan botol bensin yang diduga digunakan pelaku untuk membakar pos. Sekarang ini, jajaran Polsek Dander masih memburu pelaku yang sudah diketahui identitasnya. (suko)

Kredit

Bagikan