Pos Sweeper ATT Dibakar Preman Kampung

user
nugroho 25 Mei 2012, 13:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro - Gejolak sosial masyarakat berujung pengerusakan terjadi di sekitar tambang migas Blok Cepu. Sebuah pos sweeper di sumur eksplorasi Alas Tua Timur (ATT), di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, ludes dibakar, Rabu (23/5) kemarin, sekitar pukul 17.30 wib.

Dugaan kuat itu didadasrkan, sesaat sebelum pembakaran terjadi, seorang pria yang dikenal sebagai preman Desa Ngunut mendatangi pos sweeper di bagian barat sumur migas yang di operatori Mobil Cepu Limited (MCL). Sambil membawa dua liter bensin dan dalam kondisi mabuk pria itu mendatangi ke dua mendatangi dua petugas sweeper yang sedang berjaga.

Karena takut, dua sweeper yang berjaga lari meninggalkan posnya. Ke dua petugas sweeper hanya bisa menyaksikan dari kejahuan pria itu menaiki pos dan menyiramkan bensin kemudian membakarnya.

“Pos itu dibakar dari atas,” kata warga Desa Ngunut yang meminta namanya dirahasikan karena takut keselamatannya terancam.

Akibat kejadian itu diperkirakan kerugian mencapai puluhan dollar. Pos Sweeper tersebut dibangun oleh PT. Rajekwesi Mitra Tama (RMT). Namun untuk petugas sweepernya dipekerjakan PT Dwi Agung. Keduanya adalah kontraktor MCL. Di Sumur Alas Tuwo Timur sekarang ini tengah berlangsung eksplorasi.

Ditempat pemboran itu, ada tiga pos sweeper yang diberada ditiga sudut. Pos sweeper ini bertujuan untuk membantu mamantau kondisi dan mendeteksi gas beracun selama pemboran berlangsung.

Informasi yang diterima dilapangan, pembakaran pos sweeper tersebut dipicu masalah kurang terlibatnya tenaga kerja dalam proyek eksplorasi di Alas Tuwo Timur.

Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya membenarkan pembakaran pos sweeper di Alas Tua Timur. Menurut dia, sebelumnya petugas security sudah memperingkatkan kepada pelaku agar tidak membakar pos.

“Kita sudah laporkan ke pihak Polisi. Yang pasti kegiatan para sweeper tidak terganggu dan akan segera diperbaiki,” sambung Rexy.

Hanya saja dia tak mau menyebutkan berapa kerugian akibat pembakaran pos sweeper tersebut. “Lebih baik ditanyakan ke Polsek saja, karena peristiwa ini sudah kita laporkan,” saran Rexy.

Kredit

Bagikan