Jalan Utama TBR-C Berdebu

user
nugroho 23 Mei 2012, 21:35 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -Samian Sasongko

Bojonegoro-  Meski telah dibangun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) bersama PT. Pertamina EP, jalan Purwosari – Tambakrejo yang menjadi akses utama menuju Lapangan Migas Tiung Biru (TBR) -, Blok Gundih,  mulai berdebu menyusul dimulainya aktifitas pemboran disumur tersebut. Kondisi itu meresahkan warga disepanjang jalan karena kendaraan logistik pemboran yang banyak masuk ke lokasi TBR-C.

Pantauan disekitar lokasi menyebutkan, pembangunan jalan sepanjang sekitar 10 kilo meter mulai Kecamatan Purwosari hingga Tambakrejo oleh DPU tidak mampu meredam debu. Justru setiap kali kendaraan melintas jalan tersebut mengepulkan debu yang mengakibatkan rumah dan tanaman warga dikanan-kiri jalan menjadi putih dipenuhi debu. Akibatnya, warga disepanjang jalur menuju lokasi TBR-C tidak berani membuka pintu rumahnya.

“Pertamina sudah melakukan penyiraman tapi belum maksimal. Sebab, dalam satu hari hanya 3-4 kali penyiramana. Seharusnya penyiraman dilakukan setiap kondisi jalan sudah kering,” kata Ratno.

Jalan yang menghubungkan Purwosari-Tambakrejo itu dibangun hanya dengan memakai beskos. Sehingga ketika kondisi cuaca panas dan ada kendaraan lewat maka debu banyak yang bertebaran tertiup angin.

“Tanaman dikanan kiri jalan banyak yang terganggu pertumbuhannya karena daun-daunnya banyak dipenuhi debu,” terangnya.

Dia berharap, Pertamina EP, pengelola sumur migas TBR lebih meningkatkan lagi penyiraman jalan menjadi akses utama pemboran.

Dihubungi terpisah, Yudhi Madjid, External Relation PT. BBS, Operator Blok Gundih berjanji, akan menambah penyiraman jalan yang menuju lokasi pemboran sumur gas TBR-C tersebut.

Kredit

Bagikan