Tuntut Pemkab Bojonegoro Sejahterakan Rakyat

user
nugroho 21 Mei 2012, 14:54 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro- Puluhan aktivis Bojonegoro yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro menggelar orasi di Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Senin (21/5). Dalam orasinya mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mensejahteraakan masyarakat.

30 demonstran itu memulai aksinya dengan Orasi di seputaran Bundaran Adipura Jalan Diponegoro, Kelurahan Sumbang Kecamatan Kota Bojonegoro, sekitar pukul 09.wib. Kemudian mereka longmarch menuju Gedung DPRD Bojonegoro sambil mempampangkan sejumlah poster dan spanduk bertuliskan tuntutan mereka terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang dinilai masih timpang di sektor sosial ekonomi.

“Perlu kita ketahui bahwa banyak infrastruktur pendidikan dan kesehatan yang terbengkalai dan tidak terurus,dan hanya terpusat pada wilayah perkotaan saja,” tegas Koordinator Aksi PMII,Ahmad Zayyinul Akhsan.

Mereka menilai pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini, kondisi tersebut sangat tidak relevan. Karena itu, mereka mengusung beberapa tuntutan kepada Pemkab Bojonegoro diantaranya, diantaranya segera memfungsikan bangunan rumah sakit internasional (RSI) di Jln Veteran, perbaikan fasilitas kesehatan, menuntaskan perbaikan sarana dan prasarana di bidang pendidikan khususnya di daerah terpencil, dan standarisasi pengajaran secara jelas.

“Selain itu kami merasa dengan adanya proyek Migas yang masuk di Kota Bojonegoro ini nantinya akan sia sia, karena tidak akan mensejahterakan masyarakat namun malah menyengsarakan. Kita lihat saja apakah mereka akan memperjuangkan hak hak kita sebagai pemilik sumber daya alam ini?,” seru aktivis asli Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban  ini.

Di DPRD Kabupaten Bojonegoro, massa diterima oleh  4 anggota Dewan yakni Syukur Priyanto, Wakil Ketua DPRD, Sigit Kusharianto Sekretaris Komisi A, Moh Yasin Ketua Komisi C, dan Mitroatin anggota Komisi B.

“Kami sebagai wakil rakyat tetap menerima aspirasi yang kalian sampaikan,karena apa yang ada dalam tuntutan ini adalah bahasan yang sudah kami tindak lanjuti dengan pihak eksekutif,” jelas Syukur Priyato,wakil DPRD dari fraksi Demokrat ini.

 Tidak puas hanya di gedung dewan, massa juga mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dan memaksa Bupati Suyoto yang saat itu mengikuti kegiatan di Pendopo Malowopati untuk keluar menemui massa.  Sempat terjadi aksi dorong dorongan antara Polisi dan mahasiswa yang memaksa masuk ke kantor Pemkab. Namun semua kembali terkendali.

Kredit

Bagikan