Libur Panjang Terminal Bojonegoro Sepi

user
nugroho 19 Mei 2012, 11:55 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Memasuki hari ke empat libur panjang Kenaikan Isa al-Masih, kondisi terminal bus Rajekwesi, Bojonegoro terlihat sepi. Perusahaan bus (PO) juga tak menambah armada bersamaan libur tersebut, karena rata-rata penumpang sehari di terminal ini berkisar 900 hingga 1.000 orang.

Kondisi ini berbeda dengan situasi di stasiun Kereta Api (KA) Bojonegoro. Di stasiun ini terjadi lonjakan penumpang hingga sebanyak 5 persen.

Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Edi Subroto, menyatakan, sepinya penumpang bus ini memang sudah terjadi sejak lama, yakni saat setelah musim lebaran tahun 2011 lalu. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya meningkatnya pembelian kendaraan bermotor dan kendaraan roda empat oleh masyarakat pada umumnya.

“Penjualan kendaraan roda dua di Bojonegoro ini ada kenaiakan hampir 25 sampai 30 persen per tahun, sedangkan roda empat hampir 10 persen per tahun. Masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi karena dinilai lebih praktis dan efektif, selain itu menjamurnya rental mobil membuat sebagian orang menggunakan jasa tersebut dibanding transportasi bus,“ jelasnya saat ditemui SuaraBanyuurip.com,  Sabtu (18/05/2012).

Ditambahkan, penurunan penumpang sudah diprediksikan sejak 5 tahun yang lalu oleh pihaknya. Sehingga tidak begitu kaget dengan kondisi ini, hanya dia merasa kasihan dengan sopir bus yang secara otomatis mengalami penurunan di sisi pendapatan.

“Saya pernah menyarankan beberapa sopir bus ini untuk membuka usaha saja, terlebih sudah memasuki era globalisasi yang pasti  lebih modern lagi,”  imbuh pria asli Sumberjo ini.

Sementara itu, salah satu  perusahaan bus (PO) yang ada di Bojonegoro menyampaikan bahwa perusahaannya tetap mengoperasikan armadanya untuk semua jurusan yang ditempatkan di terminal. Untuk mengantisipasi menurunnya jumlah penumpang saat ini lebih mengutamakan bus pariwisata karena dinilai lebih berpotensi terlebih hari libur seperti saat ini.

Data dari Terminal Bus Rajekwesi menyebut, jumlah armada bus yang memliki ijin trayek di terminal ini sebanyak 312 unit kendaraan. Dari jumlah itu yang beroperasi hanya 40 persen saja yakni sekitar 100 armada. (tg)

Kredit

Bagikan