Kemarin HTI, Hari ini GMNI

user
nugroho 30 Maret 2012, 22:25 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com -Ririn Wedia Nafitasari

Gelombang unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terus terjadi disegala penjuru Indonesia, tak terkecuali di Bojonegoro. Kamis (29/3) kemarin, Hizbut Tahir Indonesia (HTI) Bojonegoro turun kejalan menolak kebijakan pemerintah, kini giliran Gerakan Mahasiswa Nasioanal Indonesia (GMNI) Bojonegoro menggelar demontrasi menolak rencana kenaikan harga BBM, Jum’at (30/3).

Dari pantauan, unjuk rasa yang dilakukan sekitar 30 orang mahasiswa itu nyaris saja bentrok dengan aparat keamanan. Itu terjadi karena puluhan mahasiswa mencoba menutup jalan di bundaran adipura Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, yang menjadi salah satu jalan akses utama warga.

Beruntung insiden tersebut tidak terjadi. Mahasiswa dapat meredam emosinya setelah pihak kepolisian terpaksa menutup jalan untuk memberikan kesempatan kepada demonstran untuk berorasi menyampaikan aspirasi.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga membagikan bunga hitam sebagai lambang duka cita atas matinya hati nurani Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kesengsaraan masyarakat kecil kerena kebijakannya menaikan harga BBM.

”Ini (bunga hitam) sebagai simbol matinya perasaan SBY kepada rakyat kecil,” tegas Rokhim, Koordinator  Lapangan  (Korlap).

Menurut dia, kebijakan pemerintah menaikan harga BBM mulai April mandatang bukan sebuah solusi bijak dan tepat. Sebab hal itu akan merugikan banyak pihak dan berdampak luas kepada masyarakat Indonesia yang mayoritas masih hidup dibawah garis kemiskinan.

”Kami dengan tegas menolak kenaikan BBM. Ini justru akan membuat rakyat tambah sengsara,” teriaknya lantang sambil terus membakar semangat massa.

Dalam aksinya GMNI melakukan longmarch di jalan-jalan protokol yakni bundaran adipura, jalan Untung Suropati dan menggelar menggelar do’a bersama.

Kredit

Bagikan