20 Tahun Bujang Lapuk Dipasung

user
nugroho 11 Maret 2012, 11:57 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Respati Pambudiono

Nasib memilukan menimpa, Ahmad Dakelan (40). Lajang asal Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban ini selama 20 tahun diikat di dalam rumahnya, karena ditengarai menderita gangguan jiwa.

Pernah jejaki berkulit sawo matang ini dilepas, akibatnya ia menghilang. Bahkan sempat pula merusak seisi rumah pamannya. Jadinya sejak usia 20 tahun Dakelan dipasung kaki kirinya.

Menurut Karsiyem (70), ibu kandungnya, sakit yang diderita Dakelan telah dirasakan keluarganya sejak usai menghadiri resepsi pernikahan temannya di Jatirogo, Tuban. Sesampai di rumah tiba-tiba Dakelan menangis, tanpa memberi tahu keluarganya.

Pada perkembangannya setelah menangis ia malah tertawa. Sejak itulah keluarganya menganggap pemuda yang hanya lulus SD itu menderita gangguan jiwa. Sehingga sempat dibawa berobat dua kali ke Malang.

“Setelah dibawa ke Malang kondisinya malah menjadi-jadi,” kata Karsiyem saat ditemui di rumahnya di Desa Montongsekar, Kecamatan Montong, Tuban, Minggu (11/3/2012).

Tak puas dengan pengobatan dari Malang, keluarganya membawa berobat ke orang pintar di Tambakboyo, Tuban. Hasilnya bukannya membaik, namun malah kumat-kumatan. Sejak itulah Dakelan langsung dipasung keluarganya hingga kini.

Saat dipasung ia hanya berteriak dan ngomong-ngomong sendiri. Namun, Dakelan tidak berbuat anarkis terhadap orang lain. Kalau ada orang ia hanya diam.

Ibunya yang saban hari menyuapinya. Anaknya masih bisa diajak berbicara dan tidak pernah jahat terhadapnya.  Saat ini kondisi anak Dakelan makin memprihatinkan. Tubuhnya makin kusam dan kurus, kakinya juga terlihat mengecil. (*)


Kredit

Bagikan