Tuntut Kompensasi, Warga Ancam Hentikan Pipanisasi

user
nugroho 29 Desember 2011, 11:00 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Puluhan warga Dusun Kapol, Desa Katur, Kecamatan Kalitidu, melakukan aksi unjuk rasa atas pemasangan pipa milik Pertamina EP Cepu yang dilakukan PT. Barata Indonesia, Kamis (29/12). Mereka menuntut kompensasi dampak pemasanagan pipa. Dalam aksinya mereka  hanya duduk – duduk ditepi jalan dusun setempat.

Data yang diperoleh dilapangan, aksi 22 Kepala Keluarga (KK) Dusun Kapol ini disulut oleh pemberian kompensasi oleh PT. Barata kepada sejumlah yang dilalui pipa sebesar 6 inci dari Gas Oil Separation Plant (GOSP) Banyuurip – Mudi, Tuban. Seperti warga Desa Gayam dan Dusun Prajekan, Desa Jelu, Kecamatan Ngasem.

“Desa-desa itu sudah memperoleh kompensasi, tapi kami kok belum. Apalagi pemasangan tahun lalu kita juga mendapatkan kompensasi,” kata Rico, salah satu tokoh masyarakat Dusun setempat yang diamini warga lainnya.

Selain itu, warga juga meminta tangungjawab PT Barata atas rusaknya jalan akibat pemasangan pipa. Kondisi itu telah membuat masyarakat kesulitan menggunakan akses jalan dikarenkan menjadi becek.

”Kemarin sudah tau jalan tidak layak, tapi tetep saja dilewati alat berat (bego) sehingga jalannya tambah (rusak) parah, ” ungkap pria bepostur jankung ini.

Tak hanya itu. PT Barata juga dinilai kurang melibatkan masyarakat Dusun kapol dalam pemasanagan pipa. Padahal masyarak dusun setempat juga merasakan damapak atas pemasangan pipa. ”Untuk tenaga PK aja masak warga sini (kapol) tidak ada yang terlibat,” tuturnya.

Menurut Rico pihak dari PT. Barata berjanji akan menemui waraga setempat pada jam 11.00 wib. Namun jika PT. Barata mengingkari janji untuk bertemu warga, maka warga Dusun Kapol sepakat untuk menghentikan pemasangan pipa tersebut.

Kredit

Bagikan