Warga Sweeping Pekerja Blok Cepu

user
nugroho 27 Desember 2011, 19:05 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Winarto

Anggota perlindungan masyarakat (Linmas) bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, mensweeping pekerja PT. Takari, rekanan Mobil Cepu Limited (MCL), Operator Blok Cepu, di sekitar lokasi Well Pad A Banyuurip, Selasa (27/12). Mereka melakukan sweeping karena kontraktor yang menangani pengadaan mobil untuk BTPO itu dinilai tidak melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga sopir.

Namun, belum sempat anggota Linmas Desa Mojodelik mensweeping para pekerja di sekitar lokasi pemboran Banyuurip, beberapa anggota Polsek Gayam datang dilokasi setelah memperoleh informasi.

Negoisasi pun dilakukan dan akhirnya diputuskan untuk melakukan pertemuan antara perwakilan PT. Takari, pemerintah desa (Pemdes), perwakilan pemuda dan tokoh masyarakat dengan difasilitasi humas MCL di rumah Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo.

Kepala Desa Mojodelik, Sandoyo mengungkapkan, bahwa PT Takari tidak memiliki itikad baik dengan pemerintah desa dan masyarakat Desa Mojodelik. Hal itu dibuktikan dengan adanya lowongan sopir untuk mobil BTPO yang diisi orang-orang dari luar desa.

”Padahal lokasi sumur Banyuurip ini di bumi Mojodelik, seharusnya warga sini yang diprioritaskan, bukan orang dari luar desa. Karena yang pertama kali merasakan dampaknya (pengeboran) adalah masyarakat disini, bukan orang luar desa,” tegas Sandoyo.

Senada juga dikatakan Kepala Dusun (Kasun) Sambeng, Gunawan. Menurut dia, aksi (sweeping) ini akan terus dilakukan kepada kontraktor MCL lainnya yang mengerjakan proyek di Banyuurip bila tidak melibatkan warga atau pemuda Mojodelik.

”Kalau hanya sopir disini banyak yang bisa. Kenapa harus orang luar desa. Seharusnya lowongan yang ada itu ditawarkan dulu kepada masyarakat melalui Pemdes, baru kalau tidak ada yang mampu bisa diberikan orang luar desa,” papar Gunawan.

Dari hasil pertemuan itu PT. Takari berjanji akan memperhatikan dan menindaklanjuti aspirasi dari warga.

Sementara itu, Field Public and Government Affairs Manager MCL, Rexy Mawardijaya, sedang berupaya dihubungi untuk menanggapi aksi sweeping dan tuntutan warga Mojodelik.

Kredit

Bagikan