LDII Bojonegoro Sembelih 210 Hewan Kurban

user
samian 10 Juli 2022, 14:14 WIB
untitled

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melaksanakan penyembelihan hewan kurban total sebanyak 210 ekor. Mengambil tema "Ibadah Kurban Meneguhkan Solidaritas Sosial".

Wakil Ketua DPD LDII Bojonegoro, H. Agus Aripin menuturkan, sebanyak 102 ekor lembu dan 108 ekor kambing, atau total sebanyak 210 hewan kurban disembelih oleh warga LDII se kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) terbesar di Indonesia.

"Kegiatan ibadah kurban ini dilaksanakan mulai tingkat DPD, 23 PC (tingkat kecamatan) hingga 40 PAC (tingkat desa)," kata H. Agus Aripin di sela-sela acara penyembelihan kurban yang berpusat di Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa "Birrul Walidain" Jalan Dr. Setia Budi, Gang Mbah Man, Bojonegoro, Minggu (10/07/2022).

Dijelaskan, bahwa pihaknya bekerja sama dengan mantri hewan, agar saat warga LDII melakukan pembelian lembu dan kambing betul-betul layak secara kesehatan, khususnya terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada lembu.

"Sesuai tema, selain dagingnya dibagi kepada warga LDII, kami juga berbagi kepada warga sekitar," jelasnya.

Pria yang bekerja di sektor perminyakan wilayah Blora, Jawa Tengah ini menambahkan, spirit ibadah kurban ini diharapkan dapat diejawantahkan ke dalam kehidupan sehari-hari untuk berbagi.

"Dengan berkurban, kita meneladani keihklasan Nabi Ibrahim AS," imbuhnya.

Menurut pria yang tinggal di Kelurahan Ngrowo ini, sejak LDII ada di Bojonegoro pada 1972, tiap tahun warga LDII selalu diimbau untuk berkurban sesuai kemampuan masing-masing. Sehingga mampu memupuk solidaritas sosial.

Ia kemudian mengutip dari Al Quran, dalam Surat Al Maun disebutkan ada tiga golongan pendusta agama. Yakni, orang yang menghardik anak yatim, orang yang tidak memberi makan orang miskin, dan orang yang tidak mau berinfaq atau membayar zakat.

"Jadi, harapan pengurus, semangat berkurban ini tidak berhenti di sini. Tetapi berlanjut pada solidaritas sosial tidak terbatas pada warga LDII saja, melainkan juga terhadap warga sekitar," pungkasnya.(fin)

Kredit

Bagikan