Kejari Bojonegoro Eksekusi Uang Pengganti Perkara Tipikor Mantan Bupati Santoso

user
Sasongko 05 September 2022, 20:19 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro, Jawa Timur, terima uang pengganti dalam perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) penyelewengan dana dari operator ladang minyak Banyu Urip, Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL dulu, sekarang ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dari ahli waris almarhum terpidana Santoso, mantan Bupati Bojonegoro periode 2003-2008.

Kepala Kejari Bojonegoro, Badrut Tamam mengungkapkan, uang pengganti atas nama almharhum H. Santoso tersebut merupakan kewajiban yang harus dibayar oleh ahli waris terpidana. Perkara Tipikor tersebut telah mendapat keputusan hukum tetap dari Mahkamah Agung No. 2556/K/Pid.Sus/2011 tanggal 14 Juli 2011. Dengan pidana penjara 6 tahun, denda Rp200 juta, subsider 6 bulan.

"Uang pengganti yang harus dibayar oleh terpidana, hari ini dilunasi oleh ahli waris. Sehingga kami eksekusi untuk disetorkan ke Kas Negara," kata Kajari Bojonegoro, Badrut Tamam kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (05/09/2022).

Dijelaskan, bahwa karena terpidana pada saat menjalani pidana pokok tidak sampai selesai, maka terhadap uang pengganti tetap menjadi tanggung jawab yang harus dibayar oleh terpidana atau ahli waris.

Pembayaran uang pengganti itu berlandaskan pasal 18 UU Tipikor. Selain itu berdasarkan amar putusan dari tuntutan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Di sini ada sejumlah barang bukti berupa sertifikat tanah. Tetapi karena terpidana ini mampu membayar uang pengganti, maka nanti sertifikat ini akan kami kembalikan, kepada ahli waris," jelasnya.

Diketahui, almarhum H. Santoso divonis bersalah atas penyelewengan dana dari MCL ke Pemkab Bojonegoro sebesar Rp3,8 miliar untuk keperluan pembebasan lahan.

Dana itu diberikan MCL berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab dengan MCL nomor 188/04/412.12/2007 tanggal 16 Mei 2007. Ditandatangani oleh Bupati Bojonegoro, H.M. Santoso dan Brian D. Bolos, Presiden and General Manager MCL.

Kesalahan dalam perkara tipikor tersebut ialah, seharusnya uang dari MCL dimasukkan ke dalam rekening kas daerah (Kasda). Tetap oleh Bupati Santoso saat itu, dana dimasukkan ke rekening Tim Koordinasi dan Pengendali Pembebasan Tanah untuk keperluan MCL. Dari berkas perkara, diperoleh fakta bahwa terpidana menikmati uang tersebut sebesar Rp957 juta.(fin)

Credits

Bagikan