Seorang Kakek di Bojonegoro Meninggal Dunia saat Memimpin Tahlil

user
Nugroho 08 September 2022, 11:01 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Kematian pasti menghampiri setiap manusia. Namun yang membedakan kondisi seseorang ketika ajal menjemputnya.

Ada yang meninggal dunia dalam keadaan yang baik atau husnul khatimah. Semisal sedang membaca tahlil, sujud saat salat, atau beribadah.

Namun ada pula yang meninggal dunia dalam keadaan yang buruk atau Su'ul Khatimah. Semisal meninggal sedang melakukan maksiat seperti bermain judi, meminum-minuman keras, atau melacurkan diri.

Meninggal dunia dalam konsidi yang baik tentu menjadi harapan setiap kaum muslim. Akan tetapi tidak semua manusia bisa mendapatkan harapan itu. Hanya manusia tertentu yang bisa mendapatkan kematian dalam keadaan baik. Karena semua tergantung dari amal perbuatannya semasa hidupnya.

Namun, di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ada seorang kakek yang meninggal dunia saat memimpin tahlil. Dia adalah Kayat (69), warga RT 12 RW 03 Dusun Dalemkidul desa setempat.

Mbah Kayat, warga biasa menyapa, meninggal dunia saat memimpin tahlil empat hari meninggalnya almarhum Istamaji, Rabu (7/9/2022), pukul 19.30 WiB. Istamaji merupakan tetangga Mbah Kayat.

Dwi Wijaksono, salah satu saksi mata yang ikut tahlil di rumah almarhum Istamaji menuturkan, almarhum Mbah Kayat meninggal dunia saat membaca kalimat tauhid.

"Mbah Kayat meninggal saat mengucapkan Laa Ilaha illahallah. Tapi tahlil yang dipimpin baru bejalan separo, belum selesai sudah berhenti. Kemudian kepalanya tertunduk dan mikrofon masih dipegang," ujar Sono.

Kemudian, lanjut Sono, tahlil dilanjutkan oleh Kiai Mochtar sampai selesai dan diteruskan do'a oleh Kiai Muhtadi.

"Ketika itu salah satu warga langsung ke rumah mantri untuk memastikan kondisi mbah Kayat. Setelah diperika, beliau sudah meninggal dunia," tuturnya.

"Ini merupakan kehendak Allah. Karena jarang sekali orang bisa meninggal dunia dalam kondisi baik seperti Mbah Kayat. Meninggal saat memimpin tahlil," pungkasnya.

Kiai H. Muhtadi menambahkan, keistimewaan meninggalnya Mbah Kayat adalah ketika dia mengucapkan dzikir (Laa ilaha illahallah).

"Sesuai hadist Nabi, Insyaallah Mbah Kayat mendapat jaminan surga tanpa hisab. Dan, kematian dalam kondisi baik seperti inilah yang kita harapkan," tegasnya.

Mbah Kayat meninggalkan seorang istri bernama Jaminten dan tiga orang anak. Mereka bernama Jami'in, Yanto dan Fajri.

Jenazah Mbah Kayat dimakamkan hari ini, Kamis (8/9/2022), pukul 09.00 wib. Jenazah dimakamkan di Makam Bata Dusun Dalemkidul, diiringi sanak saudara dan tetangga.

Istri almarhum Mbah Kayat, Jaminten mengaku, sebelumnya suaminya terlihat sehat, tidak pernah mengeluhkan sakit apa-apa. Setiap pagi pergi ke sawah.

"Insyallah kami sudah ihklas. Semoga almarhum suamai saya husnul khatimah. Mohon do'anya," pungkas Jaminten lirih.(suko)

Credits

Bagikan