Polisi Dalami Kasus Pemotongan Dana BLT untuk Pembangunan di Blora

user
Nugroho 27 September 2022, 06:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Polres Blora bakal melakukan pendalaman terkait adanya dugaan penghimpunan dana BLT berkedok iuran pembangunan tempat ibadah di Desa Keser, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Karena anggaran yang tak sesuai peruntukkan bisa berpotensi korupsi.

Wakapolres Blora Kompol Christian Chrisye mengatakan, nantinya pihak yang terlibat dalam pengumpulan iuran dari penerima BLT di Desa Keser akan dilakukan pendalaman kasus. Ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak terjadi di tempat lain.

“Kita akan dalami niatnya seperti apa. Kalau kita dapati nanti niatnya memang untuk pembangunan walaupun uangnya sudah dikembalikan, kita akan lakukan pembinaan dengan inspektorat," katanya.

Wakapolres menegaskan bahwa adanya anggaran untuk bantuan tersebut harus sesuai dengan peruntukan. Ketika tidak sesuai, maka itu sudah menyelewengkan anggaran. "Nanti bisa masuk pungli atau korupsi," paparnya.

Beberapa waktu lalu, lanjut dia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyampaikan arahan agar tidak ada pemotongan bantuan. Pihak Polres juga sudah menyampaikannya kepada jajarannya untuk melakukan pemantauan penyaluran anggaran.

Ia juga menegaskan bahwa kepolisian terbuka menerima informasi pengaduan dari masyarakat. "Kalau ada informasi sama seperti ini bisa menghubungi saya langsung, bisa juga lewat para Bhabinkamtibmas," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Keser, Kecamatan Tunjungan, Soedjono saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa apa yang terjadi di desanya itu bukan pemotongan. "Hanya sak ikhlase, ya ada yang memberi Rp 100.000 ada juga Rp 50.000. Total dikumpulkan sebanyak 14.600.000," ujarnya.

Ditanya terkait alasan baru dikembalikannya iuran tersebut, dia mengaku bahwa itu hak warga. "Ya saya serahkan ke warga lagi. Sebaiknya begitu, karena hak mereka," pungkasnya.

Kredit

Bagikan