Bayi Perempuan Dibuang di Bawah Pohon Kelor, Polisi Lakukan Penyelidikan

user
Nugroho 27 September 2022, 11:18 WIB
untitled

Arifin Jauhari

Bojonegoro - Warga Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur digegerkan adanya penemuan bayi yang diduga diterlantarkan orang tuanya di halaman rumah warga. Bayi tersebut diketahui pertama kali oleh Hartono, Warga Desa Sumberarum, Senin (26/9/22) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Awalnya saya diberitahu istri, kalau ada suara Bayi. Saya tidak percaya, saya pikir hantu atau apa. Tapi ketika anak saya pulang kerja dan mendengar yang sama, saya baru keluar rumah untuk mengecek. Dan ternyata benar ada Bayi yang diletakkan dibawah pohon kelor," kata Hartono.

Kapolsek Dander dan petugas puskesmas menunjukkan lokasi pohon kelor tempat penemuan bayi.
Arifin Jauhari© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

 

Kapolsek Dander AKP Jadmiko yang mendapatkan laporan adanya penemuan bayi, segera mendatangi lokasi kejadian. Dirinya bersama Bidan Desa segera membawa bayi tersebut ke Puskesmas Dander untuk dilakukan perawatan.

"Begitu ada informasi temuan bayi yang masih hidup, saya perintahkan segera dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan perawatan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SuaraBanyuurip.com.

Ditambahkan, saat ini bayi berjenis kelamin perempuan tersebut dalam kondisi sehat. Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan siapa yang telah membuang bayi tersebut.

"Alhamdulillah bayinya sehat, untuk kasus ini masih kita lakukan penyelidikan," imbuhnya.

Sementara itu, DP3AKB Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Bojonegoro Dr Amiroh Faria memastikan jaminan kesehatan dan hidup sang bayi. Ia akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kepolisian, hingga nanti ada keputusan apakah bayi akan di adopsi atau diserahkan ke panti asuhan.

"Saat ini fokus kami pendampingan dan jaminan kesehatan si bayi, kalau yang mau mengadopsi sudah banyak yang daftar. Tapi itu nanti dulu, kita perlu koordinasi dengan pihak pihak terkait termasuk dari Kepolisian," ucapnya.

Hingga saat ini, bayi mungil tersebut masih dirawat di Puskesmas Dander. Banyak warga masyarakat disebut iba, hingga ingin mengadopsi sang bayi untuk dirawat sebagai anaknya.(fin)

Kredit

Bagikan