Kadinsos : Jika Ada yang Mau Adopsi, Kewenangan Ada di Dinsos Jatim

user
Sasongko 29 September 2022, 22:05 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Peristiwa penemuan bayi perempuan di bawah pohon kelor, Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), menimbulkan berbagai reaksi masyarakat. Salah satunya menarik minat banyak warga untuk melakukan adopsi.

Salah satu warga Desa Glagahan, Ronie, mengaku, sangat berhasrat untuk mengambil bayi diduga sengaja dibuang itu sebagai anak. Lantaran setelah beberapa tahun menikah belum dikaruniai keturunan.

"Apa boleh ya saya adopsi. Istri saya menangis kemarin tahu berita itu. Kami yang ingin punya anak belum kesampaian, eh ada orang seenaknya buang anak. Cara adopsi bagaimna ya?" ujarnya.

Selain Ronie, ada pula Wulan, warga Surabaya yang sudah cukup lama menikah ini pun mengaku belum punya keturunan. Perempuan yang tinggal di Bojonegoro ini juga berminat mengadopsi bayi malang tersebut. Kendati, dia tidak mengetahui pula bagaimana cara mengadopsinya.

"Tolong saya dibantu carikan informasi bagaimana caranya adopsi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos (Dinas Sosial) Kabupaten Bojonegoro, M. Arwan mengatakan, bahwa sementara ini bayi masih dalam penanganan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Dander dan mendapat pendampingan oleh Dinsos. Sedangkan untuk perkaranya dalam penanganan polisi. Pihaknya menyebut, setelah ada kejelasan status, barulah bayi itu diserahkan dari Kepolisian ke Dinsos Kabupaten.

"Namun, jika keluarga bayi tidak juga diketemukan maka akan diserahkan ke Balai Perlindungan dan Pelayanan Anak dan Balita Dinsos Provinsi Jatim. Dan jika ada yang mau adopsi, yang punya kewenangan adalah Dinsos Provinsi," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (29/09/2022).

Berkenaan adopsi, Arwan menjelaskan, sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya Calon Orang Tua Angkat (COTA) berstatus nikah paling singkat 5 tahun, berumur paling rendah 30 tahun dan paling tinggi 55 tahun, serta mampu secara ekonomi dan sosial.

"Selain itu, COTA tidak atau belum memiliki anak atau hanya memiliki anak satu, salah satu antara suami atau istri dinyatakan oleh dokter ahli, bahwasanya kecil kemungkinan atau tidak dapat lagi memberikan keturunan,” jelasnya.(fin)

Berikut Tata Cara Pengajuan Adopsi :

Calon Orang Tua Angkat (COTA) terlebih dahulu harus mengajukan surat permohonan izin dengan mengisi blangko untuk mengadopsi anak kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur yang di tempel materai, disertai dengan melampirkan surat-surat sebagai berikut :

1. Permohonan ijin Pengangkatan Anak kepada Instansi Sosial setempat.

2. Surat Keterangan sehat COTA dari Rumah Sakit Pemerintah (asli) untuk selanjutnya dapat diperbaharui pada saat kunjungan kedua.

3. Surat Keterangan Kesehatan Jiwa COTA dari Dokter Spesialis Jiwa dari Rumah Sakit Pemerintahi (Asli) untuk selanjutnya surat keterangan kesehatan jiwa dapat diperbaharui di kunjungan kedua

4. Surat Keterangan tentang fungsi organ reproduksi COTA dari dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Pemerintah (Asli)

5. Foto Copy akta kelahiran COTA

6. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) setempat (Asli)

7. Copy surat nikah/akta perkawinan COTA (Legalisir)

8. Kartu keluarga dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) COTA

9. Foto Copy akta kelahiran Calon Anak Angkat (CAA)

10. Surat Keterangan penghasilan dari tempat bekerja COTA (asli).

11. Surat penyataan persetujuan CAA diatas kertas bermatrai, cukup bagi anak yang telah mampu menyampaikan pendapatnya.

12. Surat pernyataan motivasi COTA di kertas bermaterai, cukup yang menyatakan bahwa pengangkatan anak demi kepentingan terbaik bagi anak dan perlindungan anak.

13. Surat pernyataan COTA akan memperlakukan anak angkat dan anak kandung tanpa diskriminasi sesuai dengan hak-hak dan kebutuhan anak diatas kertas bermaterai cukup.

14. Surat pernyataan bahwa COTA akan memberitahukan kepada anak angkatnya mengenai asal usulnya dan orang tua kandungnya dengan memperhatikan kesiapan anak.

15. Surat pernyataan COTA, bahwa COTA tidak berhak menjadi wali nikah bagi anak angkat perempuan dan memberi kuasa kepada wali hakim.

16. Surat pernyataan COTA bahwa COTA untuk memberikan Hibah sebagian hartanya bagi anak angkatnya.

17. Surat pernyataan persetujuan adopsi dari pihak keluarga COTA.

18. Surat Pernyataan Dokumen adopsi adalah dokumen yang sah.

(19) Surat Keterangan kelakuan baik dari Rukun Tetangga (RT setempat).

20. Foto COTA dan Calon Anak Angkat ukuran 4 X 6 masing masing 2 fembar.

21. Rekomendasi proses pengangkatan anak dari Instansi Sosial setempat.

Kredit

Bagikan