Tragedi Kanjuruhan, Polisi Periksa Dirut PT LIB dan Ketua PSSI

user
Nugroho 03 Oktober 2022, 18:47 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - d suko nugroho

Jakarta - Polisi mulai melakukan penyelidikan tragedi sepakbola di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, yang menewaskan 125 orang dan 325 mengalami luka-luka usai pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya pada, Sabtu (1/10/2022).

Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dedi Prasetyo menyampaikan, tim investigasi Polri mulai memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut tragedi Kanjuruhan Malang, Senin (3/10/2022). Yakni memeriksa Direktur PT LIB, Ketua PSSI Jatim, Ketua Panpel Arema FC, serta Kadispora Jawa Timur.

"Insyaallah mereka akan dimintai keterangannya oleh penyidik hari ini," jelas Kadiv Humas Polri dikutip dari laman Polri, Senin (3/10/22).

Selain itu, lanjut Dedi, Polri juga sedang memeriksa sejumlah personel kepolisian yang bertugas dalam pengamanan di stadion saat pertandingan sepakbola berlangsung. Sejauh ini tim internal Bareskrim yang terdiri dari timsus dan Propam sudah memeriksa 18 orang mulai dari perwira dan Pamen (perwira menengah).

“Pemeriksaan ini untuk mengetahui siapa yang bertanggungjawab sebagai operator pemegang senjata pelontar. Ini yang sedang kami dalami terkait manager pengamanannya,” terangnya.

Dedi menambahkan, tim Inafis dan Labfor juga terus bekerja melakukan olah TKP. Adapun tim Labfor masih bekerja untuk mendalami dan menganalisa 32 titik CCTV di sekitar stadion. Labfor juga memeriksa dan menganalisa 6 buah HP. Kerja tim investigasi Polri diawasi eksternal dari Kompolnas.

“Tiga buah HP teridentifikasi milik korban dan 3 masih proses karena HP tersebut dipassword. Selain itu, tim Inafis dan Labfor nantinya setelah menganalisa CCTV, Tim DVI juga akan mengidentifikasi terkait terduga pelaku pengerukan di dalam dan luar stadion,” bebernya.

Dedi mengungkapkan, Inafis Polri bersama DVI juga berhasil mengidentifikasi 125 korban yang meninggal dunia. Sementara, korban luka berat ada 21 orang dan luka ringan sebanyak 304 orang. Total korban Tragedi Kanjuruhan ada 455 orang.

"Untuk data korban sampai siang ini, korban meninggal dunia sebanyak 125 orang. Luka berat sebanyak 21 orang dan luka ringan sebanyak 304 orang,” tegasnya.

Dedi menambahkan, tim investigas juga terus berkoordinasi dengan Menpora, Ketum PSSI, Pemprov Jatim, Forkopimda untuk mengusut tuntas kasus ini.(suko)

Kredit

Bagikan