Raja Buah Jadi Primadona Pengunjung di Pasar Rakyat

user
Sasongko 14 Oktober 2022, 23:48 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Pasar Rakyat Festival Santri tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro resmi dibuka. Perhelatan ini bakal berlangsung sejak Jumat 14 Oktober 2022 sampai dengan Minggu 23 Oktober 2022. Beraneka dagangan dijual baik oleh pedagang lokal maupun dari luar kota.

Stand para pedagang tertata sedemikian rupa memenuhi halaman Gedung Olahraga (GOR) Utama yang berlokasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Diantara bermacam barang dagangan, buah durian terlihat mendominasi. Tak pelak, buah berduri yang punya bau khas nan kuat ini menjadi primadona bagi para pengunjung.

Magnet kuat sang raja buah yang dijajakan pada deretan sebelah timur GOR Utama Ngumpakdalem ini menjadi buah bibir yang viral di media sosial.

Para pengunjung ramai datang di stand pasar rakyat Ngumpakdalem.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Salah satu pengunjung dari Kecamatan Balen, Nur Yasin mengaku, mengetahui pasar rakyat dari beranda akun Facebook miliknya. Teman-temannya pada memposting acara belah durian yang dikata lezat. Karena penasaran dia sekeluarga datang ingin membuktikan sendiri.

"Untuk harga Rp50 ribu, ketebalan daging buah dan rasanya boleh dibilang lumayan," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pedagang durian, Sulaiman mengatakan, buah durian yang di dagangkan kebanyakan asal Sumatera. Jenis ini yang disebut paling banyak diserbu pembeli. Meski ada juga sebagian dari jenis durian montong.

Buah durian yang kecil dibandrol seharga Rp100 ribu untuk pembelian tiga buah sekaligus. Sedangkan yang agak besar bervariasi mulai Rp50 ribu hingga Rp65 ribu. Untuk durian montong punya harga khusus.

"Karena durian montong ini kan buahnya berukuran paling besar dan berdaging tebal. Saya jual Rp250 ribu sebiji. Dijamin tak akan kecewa deh," katanya.

Pedagang buah durian memang terlihat paling banyak diantara pedagang lainnya. Hal ini karena Sulaiman berdagang bersama kawannya menyewa tempat secara berderetan. Tiap satu lokal stand dibayar Rp 1,2 juta.

"Kami semua dari Pasuruan," ucapnya.

Selain Sulaiman dan rekan-rekannya, ada pula pedagang dari luar kota. Kastadi misalnya. Pedagang Baso Beranak ini datang jauh-jauh dari Jakarta. Untuk stand Baso, dia sewa tiga stand sekaligus dijadikan satu.

"Satu porsi baso saya hargai Rp15 ribu, Mas. Alhamdulillah ramai. Tapi ini baru hari pertama. Mudah-mudahan ramai terus sampai penutupan," harapnya.

Pasar Rakyat Festival Santri 2022 ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah. Disaksikan oleh jajaran Forkopimda dan para tamu undangan.(fin)

Kredit

Bagikan