Pungli Duduki Ranking Tertinggi Persepsi Masyarakat Terhadap Polri

user
Nugroho 16 Oktober 2022, 11:01 WIB
untitled

d suko nugroho

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pungutan liar atau pungli di tubuh Polri menjadi keluhan terbanyak masyarakat sekarang ini. Pungli menempati rangking pertama persepsi masyarakat terhadap korps bhayangkara.

"Jadi keluhan masyarakat terhadap Polri, 29,7 persen, ini sebuah persepsi karena pungli. Semua anggota Polri jangan melakukan hal-hal seperti itu," tegas Jokowi saat memberi pengarahan kepada jajaran Polri mulai dari para pejabat utama Mabes Polri, kepala kepolisian daerah (kapolda), hingga kepala kepolisian resor (kapolres) seluruh tanah air, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10/2022) kemarin.

Mantan Walikota Solo itu mengungkapkan, keluhan kedua terbanyak masyarakat terhadap Polri adalah sikap sewenang-sewenang.

"Tolong ini juga diredam pada anggota-anggota. Pendekatan-pendekatan yang represif, jauhi," tegasnya.

Menurut Jokowi keluhan terbanyak ketiga terhadap Polri adalah mencari-cari kesalahan dengan angka persepsi masyarakat 19,2 persen.

"Keempat adalah hidup mewah," ucapnya.

Jokowi meminta Polri untuk segera memperbaiki apa yang menjadi keluhan masyarakat. Sebab Polri merupakan aparat penegak hukum yang paling dekat dengan rakyat dan paling sering berinteraksi dengan masyarakat. Untuk itu, para petinggi dan perwira Polri untuk selalu mengingatkan anggotanya agar memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Yang kedua, rasa aman dan nyaman masyarakat itu—ini masalah persepsi—rasa aman dan nyaman masyarakat itu menjadi terkurangi atau hilang. Karena apa pun, Polri adalah pengayom masyarakat. Hal-hal yang kecil-kecil, tolong betul-betul dilayani itu. Masyarakat kehilangan sesuatu, harus direspons cepat sehingga rasa terayomi dan rasa aman itu menjadi ada,” ungkapnya.

Arahan ketiga, Jokowi meminta jajaran Polri menjaga kesolidan baik di internal Polri maupun dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal tersebut penting utamanya karena saat ini sudah mulai masuk tahun politik dan tahapan pemilihan umum (pemilu) sudah mulai berjalan sejak Juli lalu.

“Harus ditunjukkan soliditas di internal Polri dulu. Rampung, kemudian soliditas Polri dan TNI itu yang akan mengurangi tensi politik ke depan. Soliditas. Harus ada kepekaan, posisi politik ini seperti apa, sih. Karena Saudara-saudara adalah pimpinan-pimpinan tertinggi di wilayah masing-masing. Sense of politic-nya juga harus ada. Tidak bermain politik tetapi mengerti masalah politik karena memang kita akan masuk dalam tahapan tahun politik,” paparnya.

Selanjutnya, Jokowi meminta adanya kesamaan visi Polri serta ketegasan terkait kebijakan organisasi. Kepada para pemimpin Polri di daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, Kepala Negara mendorong agar mereka tidak gamang serta bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan sesuai undang-undang.

“Visi presisi, Pak Kapolri, saya minta juga tidak njelimet-njelimet, tolong disederhanakan sehingga yang di bawah itu mengerti apa yang dijalankan. Apa sih, kalau disederhanakan? Ya tadi itu yang Kapolri sampaikan tadi. Polri sebagai pelindung, Polri sebagai pengayom, dan Polri sebagai pelayan. Intinya kan ke sana. Presisinya itu apa? Jelaskan juga. Sekali lagi, secara sederhana dan jelas sehingga gampang ditangkap visi itu,” ungkapnya.

Tak kalah pentingnya, Jokowi meminta Kapolri agar memberantas judi daring serta jaringan narkoba sehingga bisa mengembalikan kepercayaan publik kepada Polri yang menurun.

"Polri juga harus merancang komunikasi publik yang baik dan cepat dalam menghadapi sebuah isu atau peristiwa. Karena saat ini merupakan era media sosial dan peristiwa bisa tersebar dalam hitungan menit dan detik," pungkas Jokowi dikutip dari laman Setkab.

Menanggapi hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan segera melaksanakan arahan Presiden Jokowi.

"Arahan dari beliau jelas dan tegas bahwa kami semua harus solid untuk bersama-sama berjuang melakukan apa yang menjadi tugas pokok fungsi kami pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, responsif terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat, respons cepat, dan kita memiliki sense of crisis di tengah situasi yang sulit ini,” ujar tegas Kapolri.(suko)

Kredit

Bagikan