Kepala BNN Tuban : Narkoba Ini Kejahatan Luar Biasa

user
Sasongko 29 Oktober 2022, 19:00 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Tuban - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, AKBP I Made Arjana menyebut bahwa kejahatan narkotika dan penyalahgunaan obat-obatan berbahaya (narkoba) merupakan extra ordinary crime. Sehingga Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus dalam pencegahan dan penanggulangan narkotika.

"Narkoba ini kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime. Bisa menimpa siapa saja, kapan saja," kata Kepala BNNK Tuban, AKBP I Made Arjana, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (29/10/2022).

Dalam perang melawan peredaran gelap narkoba, lanjut pria kelahiran Denpasar Bali ini, selain penindakan dan penegakan hukum, pencegahan secara massif harus lebih ditingkatkan.

Menurutnya seluruh stake holder di tiap wilayah harus aktif bekerja sama melawan narkoba. Secara normatif, hal itu tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika).

"Melalui Inpres 2/2020 ini Pak Presiden Jokowi memerintahkan sejak mulai para menteri di kabinet sampai kepada Bupati/Walikota untuk melakukan rencana aksi nasional P4GN 2020 -2024," ujarnya.

Kerja sama berbagai stake holder dalam meminimalisir peredaran gelap narkotika konsepnya adalah ada pemahaman atas konsep supply and demand. Yaitu adanya bandar, pengedar, dan kurir di pihak penjual serta para pengguna sebagai korbannya.

Konsep pencegahan peredaran narkoba antara penjual dan pembeli dikatakan pria yang menjabat Kepala BNNK Tuban sejak 2018 ini harus berjalan beriringan. Tidak bisa hanya menangkap para bandar dan pengedar. Tetapi juga merehabilitasi para pecandu dan pengguna.

"Sehingga langkah edukasi, sosialisasi, dan komunikasi antar stake holder horisontal maupun vertikal harus dilakukan. Vertikal ini termasuk Lapas. Semuanya harus bekerja sama," ucapnya.

Khusus untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pria asal pulau Dewata ini menekankan, bahwa petugas harus lebih jeli. Jangan sampai ada pipet masuk, botol yang bisa digunakan sebagai bong, dan terutama tidak boleh ada alat komunikasi dipegang oleh narapidana.

"Harus rutin ada razia. Serta tes urine secara berkala. Namun intinya, kerja sama antar pemangku kebijakan dalam melawan narkoba ini sangat penting," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban melaporkan telah menangkap tiga orang yang diduga pengedar sabu di Kabupaten Bojonegoro. Pelaku diamankan di toko/distro di Jalan Panglima Polim, Desa Pacul, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Penangkapan ketiga orang pelaku edar gelap narkotika dan obat berbahaya yang merupakan warga Bojonegoro ini memicu reaksi Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto. Wabup adalah Ketua Satlak P4GN (Satuan Pelaksana Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Kabupaten Bojonegoro.

"Ini mengerikan. Di hari santri dan hari jadi malah terjadi penangkapan penyalahgunaan narkotika di Bojonegoro. Ini tidak main-main," kata Wabup Budi Irawanto kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (25/10/2022).(fin)

Kredit

Bagikan