Tiga Kecamatan di Bojonegoro Diterjang Banjir Bandang

user
Nugroho 04 November 2022, 22:20 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Sebanyak tiga kecamatan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diterjang banjir bandang, Jumat (4/11/2022). Setidaknya ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian hingga mencapai 1,5 meter.

Ketiga kecamatan yang dilanda banjir bandang adalah Kecamatan Ngambon, Tambakrejo, dan Sekar. Kecamatan ini berada di pinggiran hutan.

Banjir bandang terparah terjadi Desa Bobol, Kecamatan Sekar. Ada empat dusun di desa ini yang terdampak banjir.

Camat Sekar, Alit Saksama mengatakan, banjir bandang terjadi karena hujan deras sore tadi. Arus banjir cukup deras hingga menyebabkan tanggul sungai jebol dan merendam rumah di empat dusun.

Keempat dusun terdampak meliputi Dusun Krajan, Dusun Kejuron, Dusun Kaliklampok, dan Dusun Dawe. Ketinggian air bervariasi mulai setinggi mata kaki hingga mencapai 1,5 meter.

"Malam ini banjir sudah surut. Sekarang kita menunggu bantuan dari BPBD untuk para korban," kata Alit, panggilan akrabnya, ketika dihubungi masih di lokasi.

Menurut dia, petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polsek, dan Posramil Sekar masih melakukan pendataan jumlah kepala keluarga (KK) dan kerugian warga akibat banjir bandang. Selain itu, melakukan penanganan seperti melakukan pemadaman listrik dan melakukan cek kesehatan bagi warga terdampak banjir.

"Korban ternak dan warga terdampak masih proses pendataan. Dan kondisi saat ini hujan sudah reda," katanya.

Banjir bandang terjang Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon, yang mengakibatkan sepuluh rumah dan areal persawahan terendam.
© 2022 suarabanyuurip.com/Joko Kuncoro

Selain itu, banjir bandang juga menerjang Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo. Sebuah jembatan di Dusun Belah RT 17 RW 03 putus diterjang banjir.

"Benar, dan sudah saya laporkan ke BPBD Bojonegoro," sergah Kepala Desa Turi, Riyadi.

Sementara Banjir Bandang juga melanda Desa Nglampin, Kecamatan Ngambon. Sedikitnya sepuluh rumah lebih terendam air bercampur lumpur. Selain itu, warga sempat mengungsikan hewan ternaknya seperti sapi agar tak terbawa banjir bandang.

"Banjir juga merendam persawahan milik warga, namun untuk luasannya belum diketahui. Yang pasti banyak rumah milik warga yang terdampak banjir," kata Makdum, warga setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah rumah dan kerugian terdampak banjir bandang.(jk)

Kredit

Bagikan