Nelayan Tuban Enggan Melaut, Harga Ikan di Pasar Kota Bojonegoro Naik

user
Sasongko 09 November 2022, 14:44 WIB
untitled

Suarabanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Para nelayan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dikabarkan enggan melaut. Keengganan itu muncul karena mereka tidak berani melaut akibat cuaca ekstrem. Hal itu berimbas pada naiknya harga ikan laut di Pasar Kota Bojonegoro sekira 11%.

Salah satu nelayan asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Rusdiyono (42) mengaku, sudah semingguan enggan pergi melaut. Karena tidak ingin mengambil risiko di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat. Faktor cuaca yang berlangsung ekstrem selama beberapa hari terakhir membuatnya memilih bertahan di rumah saja.

"Kami tidak berani melaut, karena takut jika di tengah laut ada hal-hal yang tidak diinginkan. Daripada memaksakan diri melaut tapi dengan risiko, lebih baik berhenti di rumah," ungkap pria yang beraktifitas di sekitar TPPI Palang, Tuban.

Selama tidak melaut, para nelayan mengaku menggunakan waktunya memperbaiki alat tangkap ikan dan jaring. Sementara untuk kebutuhan sehari-hari, menggunakan sisa uang tabungan dan berhutang di warung tetangga.

Sejumlah nelayan Tuban sedang memperbaiki jaring.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Berhentinya aktifitas para nelayan ini, berimbas pada naiknya harga ikan laut di Pasar Kota Bojonegoro. Rata-rata kenaikan mencapai 11%. Hal ini dikarenakan pasokan ikan laut dari kabupten tetangga yang diterima para pedagang jauh menurun.

"Sudah seminggu ini harganya (ikan laut) naik, Mas. Karena pasokan ikan dari Tuban menurun," kata Ismiati, penjual ikan laut segar dan ikan tawar di Pasar Kota Bojonegoro kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (09/11/2022).

Dia menyebutkan, beberapa jenis ikan laut naik rata-rata sebesar Rp5.000. Antara lain, ikan tengiri per kilogram naik sebesar Rp5.000, yaitu dari harga sebelumnya Rp85.000 naik menjadi Rp90.000. Ikan kakap dipatok Rp 50.000 dari harga sebelumnya Rp45.000. Sedangkan ikan tuna juga naik menjadi Rp50.000. Lalu ikan cumi juga naik menjadi Rp70.000.

"Omzet saya dari semula rata-rata Rp2-3 juta per hari, kini turun tinggal Rp1 juta per hari," keluh warga Desa Banjarsari ini.

Meski kenaikan harga terjadi pada ikan laut segar, namun harga ikan laut awetan yang biasa dilakukan dengan cara dipindang (direbus dan digarami) tidak berbarengan ikut naik. Seperti yang dituturkan oleh Sumiati (60), pedagang pindang di Pasar Kota Bojonegoro asal Kecamatan Soko, Tuban.

"Harga pindang tidak naik, masih stabil. Misal pindang marneng, ini masih Rp25.000 per kilogram. Pindang benggol juga tetap Rp4.000 per ekor. Ikan pindang tongkol juga tetap Rp2.500 per ekor," ujarnya.(fin)

Kredit

Bagikan